Bisnis

Warga Natuna Kini sudah Bisa Menikmati Jaringan 4G

XL Axiata meresmikan BTS 4G yang dibangun melalui skema USO di Natuna. (Posmero.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Penghujung Tahun 2019, tiga BTS USO (Universal Service Obligation) mulai beroperasi di beberapa area terpencil, yaitu Natuna di Kepri, Musi Rawas di Sumatera Selatan, dan Pesisir Barat di Lampung.

Sebagai jaringan data 4G untuk mendukung pemerataan pembangunan di kawasan perbatasan, serta memperkuat aspek ketahanan nasional mengingat letak Natuna di garis terdepan wilayah Republik Indonesia di wilayah Laut Cina Selatan.re

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus berusaha menjangkau pelosok-pelosok negeri sehingga bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan nasional. Untuk itu, XL Axiata terus melanjutkan pembangunan jaringan telekomunikasi dan data di berbagai daerah melalui skema USO (Universal Service Obligation).

Di penghujung tahun 2019 ini, kembali tiga BTS USO mulai beroperasi di beberapa area terpencil, yaitu Natuna di Provinsi Kepulauan Riau, Musi Rawas di Sumatera Selatan, dan Pesisir Barat di Lampung.

Plt Chief Technology Officer, I Gede Darmayusa mengatakan, satu kebanggaan bagi XL bisa kembali meresmikan beroperasinya jaringan telekomunikasi dan data di wilayah-wilayah yang termasuk dalam kategori 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

“Kali ini di Natuna, terletak di area pemukiman, memiliki jangkauan hingga radius 7 KM,” ujar Gede dalam rilisnya, Jumat (20/12).

Lanjut dia, warga setempat dan aparat pemerintah bisa memanfaatkan layanan telekomunikasi dan internet cepat 4G untuk bermacam aktivitas produktif. Gede menambahkan, sebelumnya di tahun ini XL juga telah mengoperasikan jaringan USO antara lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yaitu di Kabupaten Ende, di Provinsi Maluku Utara, tepatnya di Kabupaten Halmahera Barat, serta tiga lainnya di Provinsi Maluku, yaitu di Kabupaten Tengah Tengah.

Pembangunan jaringan USO oleh XL Axiata di 2019 ditargetkan mencakup 289 titik di 51 kabupaten yang tersebar di berbagai provinsi, baik di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Dari seluruh 289 BTS USO yang dibangun merupakan BTS 4G. Akan lanjut di tahun 2020 nanti.

“Dibangun menjadi jaringan yang benar-benar mampu melayani masyarakat semaksimal mungkin agar memberikan nilai ekonomi dan bisnis,” harapnya. Ditambahkan Gede, area luar Jawa, memiliki potensi perluasan jaringan terutama karena penggunaan data internet yang sangat tinggi.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan hingga 500 persen dari 29 juta menjadi 171 juta, di mana 44 persen penggunanya berada di luar Jawa dan akan terus bertambah.
“Dengan potensi ini, tentunya kami sangat optimis untuk mengembangkan potensi bisnis terutama data di area luar Jawa, termasuk area-area jaringan USO,” tutupnya.

Peresmian peroperasinya BTS USO Natuna tersebut berlangsung di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna. Hadir mawakili manajemen XL Axiata adalah Head of Sales Kepri – Ridar, Alex Burnama, sementara itu perwakilan dari pemerintah daerah setempat adalah Kadis Kominfo Natuna, Raja Darmika. Turut hadir Kepala Desa Mekar Jaya, Muhammad Isa dan sejumlah tokoh masyarakat.

Sosialisasi Pemanfaatan Layanan Data

Bersamaan dengan peresmian beroperasinya jaringan USO XL Axiata juga menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi pemanfaatan layanan data secara produktif kepada masyarakat Natuna.
Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi penggunaan aplikasi Laut Nusantara bagi warga nelayan setempat. Sebanyak 35 nelayan yang ikut.

“Penggunaan suatu aplikasi digital yang bisa membantu menunjukkan lokasi keberadaan ikan adalah sesuatu yang sangat baru bagi mereka,” kata Gede. XL Axiata akan terus melakukan sosialisasi program kepada daerah dengan komunitas nelayan di wilayah Natuna.

Selanjutnya, tim XL Axiata juga memberikan edukasi pemanfaatan layanan digital bagi masyarakat setempat, terutama kaum perempuan, melalui program edukasi Sisternet. Edukasi diikuti 38 orang termasuk istri nelayan dan ibu rumah tangga lainnya di Desa Mekar Jaya dan sekitarnya.

Edukasi ini antara lain meliputi pelatihan tentang edukasi internet bagi UMKM perempuan, karena internet bisa menjadi salah satu solusi bagi pemberdayaan ekonomi rakyat setempat karena bisa membantu pemasaran produk dan menjadi sumber acuan informasi dan perkembangan yang terjadi saat ini.

“Akan bisa mendukung upaya masyarakat meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat setempat. Selain itu, Sisternet juga menyediakan edukasi online yang bisa dikunjungi langsung di www.sisternet.co.id/modulpintar,” timpalnya.(cnk)