Lingga

Pengrajin Tudung Manto Lingga Sulit Dapat Kelingkan: Pemkab Bisa Bantu?

Pengrajin Tudung Manto sedang menekad di rumah Tekad Tudung Manto Daik Lingga. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Pengrajin Rumah Tekad Tudung Manto yang berada Kampung Mentok Jalan Dato Setia Kelurahan Daik Kecamatan Lingga merasa risau. Pasalnya, bahan hiasan wajib yang merupakan kelengkapan pakaian adat perempuan Melayu Daik itu sulit didapatkan.

Emelia salah seorang pengrajin Tudung Manto menuturkan, mereka sekarang ini kesulitan mendapatkan bahan, sedangkan pesanan terus bertambah. Mereka pun bingung mencari bahan yang sudah berbulan-bulan sulit didapatnya.

“Dalam beberapa bulan belakangan ini memang kami sulit mendapatkan Kelingkan sebagai bahan paling penting pada Tudung Manto. Alhasil kami juga tidak dapat berbuat banyak, sementara pesanan bertambah,” ungkap Emilia, beberapa hari lalu.

Dia mengaku, mereka tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang bergerak di bidang pembuatan Tudung Manto, juga berharap bantuan pemerintah daerah dalam hal mendapatkan bahan kelingkan yang teramat sulit didapatkan.

“Kami tidak minta bantu modal, tapi mohon sekali membatu kami mencari bahan yang betul-betul sangat sulit didapatkan. Semoga permasalahan kami hadapi mendapat respon pemerintah,” harap dia.

Ketua KUBE Tekad Tudung Manto, Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga, Said Asari juga mengaku kalau bahan kelingkan teramat sulit didapatkan, selama ini pihaknya mendapat bahan tersebut dari Singapura.

“Membuat kami jadi terhambat, tempat menjual kelingkan yang ada di Singapura itu sudah tutup, sehingga kami mencoba mencari kemana-mana memang tidak ada. Bahkan ke Malaysia juga tidak ada jenis kelingkan yang dibutuhkan,” kata Said Asari, Minggu (1/12).

Tidak hanya mencari keluar negeri, selaku ketua, ia juga sudah mencari ke Kalimantan, Palembang dan beberapa tempat yang ada memproduksi Tudung Manto. Namun kelingkan yang dicari tidak sama dengan kelingkan yang digunakan untuk Tudung Manto Lingga.

“Jadi sudah saya usahakan mencari kelingkan yang dibutuhkan, memang sulit, sehingga pengrajin agak pesimis karena sulitnya mendapatkan barang hiasan wajib ada pada Tudung Manto,” ujar dia.

Sekarang ini, toko importir kelingkan tutup sementara, membuat bahan tersebut sudah 4 bulan tidak didapatkan, akan tetapi dari pihak toko akan membuka kembali pada awal tahun 2020.

“Informasi dari pihak importir, mereka akan membuka kembali awal tahun 2020. Kalau di Singapura kita dapat membeli pakai pieces. Kita berharap sekali toko yang biasa kita membeli bahan hiasan itu buka kembali di awal tahun depan,” harap dia.

Untuk sementara pengrajin Tudung Manto KUBE yang ia bina masih bekerja untuk menghabiskan stok Kelingkan. Itupun sudah menjadi pesanan konsumen semua. Untuk kelanjutannya tidak ada lagi.

“Jadi kami harus menunggu importir yang ada di Singapura buka kembali. Selaku Ketua KUBE saya juga berharap pada pemerintah daerah, dalam permasalahan kesulitan kami dalam mendapatkan barang hiasan itu. Kami sudah mandiri, cuma meminta bantuan pemerintah dalam mendapatkan Kelingkan Tudung Manto,” tukasnya.

Informasi lain yang terhimpun, Kelingkan merupakan hiasan wajib Tudung Manto yang coraknya berbeda dengan Palembang, Kalimantan dan tempat lainnya, sebab Kelingkan yang digunakan itu tidak besar.

Pencarian Kelingkan tersebut tidak hanya di Singapura dan Malaysia, bahkan sampai ke India, namun tidak ditemukan barang tersebut, bahkan ada yang menyebutkan, barang tersebut adanya di Turki.(mrs)