Politik

Mayjen Purn Sturman Panjaitan Ajak Pemuda Amalkan Pancasila

Anggota DPR RI Mayjen TNI Mar (Purn) Sturman Panjaitan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Graha Pena Hall, Batamkota, Jumat (29/11). (Posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Sejumlah perwakilan mahasiswa dari beberapa kampus di Batam diundang dalam seminar empat pilar kebangsaan di Graha Pena Hall, Batamkota, Jumat (29/11). Tema yang diusung “Generasi Muda Pancasila, Generasi Hebat” bersama anggota DPR RI Mayjen TNI Mar (Purn) Sturman Panjaitan dan narasumber Mohammad Gita Indrawan.

Sosialisasi empat pilar tadi yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Sturman menyampaikan, mensosialisasikan pancasila yang dulu dikenal P4 itu menjadi kewajiban bagi NKRI.

“Cara yang paling baik mensosialisasikan pancasila adalah dengan perbuatan,” ujar Sturman di depan ratusan mahasiswa dan pemuda. Begitu juga mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila pancasila. Sekaligus pengamalan 45 butir pancasila berdasarkan Tap MPR No XVIII/MPR/1998.

Sementara, Mohammad Gita Indrawan berbicara pancasila di zaman now. Sebab, lanjut Gita, karakteristik pemuda itu diantaranya vulgar, emotif dan reaktif, cenderung menyenangi posisi ketidakpastian, rentang kendali diri cenderung kurang, ingin serba cepat dan kurang perhitungan.

“Peran pemuda saat ini yaitu sebagai kekuatan moral, fungsi kontrol sosial dan sebagai agen perubahan,” kata Gita menyampaikan.

Peran aktif sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkan aspek etik dan moralitas dalam bertindak pada setiap dimensi pemuda dan mahasiswa. Memperkuat iman dan taqwa serta ketahanan mental spritual serta meningkatkan kesadaran hukum.

Lanjut dia, pemuda sebagai agen perubahan dengan mengembangkan pendidikan politik dan demokratisasi, kemampuan sumber daya ekonomi, kepedulian terhadap kehidupan masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, olahraga, seni dan budaya, peduli lingkungan hidup, kewirausahaan, kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

“Membangkitkan sikap kritis dan peduli terhadap lingkungan sekitar dan penegakan hukum yang tidak adil,” katanya menyinggung pemuda sebagai fungsi kontrol sosial.

Gita tak memungkiri dinamika yang mempengaruhi peran generasi muda di antaranya; modernisasi dan globalisasi, misdemografi, geografis, psikologis, behavior serta ancaman dan persaingan global. Kemudian ancaman dan tantangan dalam negeri serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menyinggung radikal, Gita sepakat radikal tidak tersigma hanya dengan satu agama saja. Ia mengajak, pahami ajaran agama secara baik dan benar. Insya Allah prilaku akan baik juga. Katanya, ini adalah proses transformasi.

“Tanpa pancasila Indonesia akan berantakan akibat perang saudara yang memakan banyak korban harta benda dan nyawa,” katanya.

Selain itu, tanpa pancasila Indonesia akan menjadi bangsa yang lemah dan rapuh sehingga mudah dikuasai negara asing, diremehkan dunia internasional dan NKRI ini akan punah.

“Pemuda jangan malu dan gengsi mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari karena itulah ciri generasi hebat calon pemimpin bangsa di masa depan,” tutupnya.(cnk)