Kriminal

Bos Siejie Singapura-Hongkong di Batuaji dan Sagulung Ditangkap

Sejumlah pelaku kasus perjudian jenis Siejie saat dibekuk jajaran Polda Kepri. (Posmetro.co/cnk)
BATAM, POSMETRO.CO: Putaran nomor Siejie Singapura dan Siejie Hongkong di Kota Batam, pada Minggu (24/11) sempat bermasalah. Pasalnya, enam tempat di sejumlah wilayah Batuaji-Sagulung mendadak digerebek polisi. Yaitu tempat biasa masyarakat nongkrong mencari peruntungan dengan cara yang tidak tepat. Di antaranya; cucian mobil Gabe Mitra Mall- Batuaji, Baru Kedai Kopi Manalu- Sagulung, Simpang RKT Pasir Putih- Sagulung, Warung Kopi Kavling Seroja- Batuaji, Warung Kopi Pak Tampu Kavling Baru- Batuaji dan Ruli Genta 1 Batuaji.
“Nomor ini dikocoknya dari Singapura,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri AKBP Arie Dharmanto didampingi Kasubbid Penmas AKBP Priyo Prayitno saat ekspos, Jumat (29/11).
Arie mengaku, pergerakan judi siejie alias togel saat ini agak sulit untuk menangkap para pelakunya secara ‘on the spot’. Bahkan untuk mengungkap perjudian tersebut, pihaknya sudah mengamati lalu menyamar sebagai pemain. Sebab, sambung Arie, siejie kali ini semacam semi online.
“Sistem mainnya, kita pasang nomor, terus nomornya diputar. Hasilnya bisa lewat masing-masing server. Dengan member yang sudah ditetapkan. Tetapi tetap dijerat Pasal 303 KUHP,” terangnya.
Arie menyebut, yang pertama kali digerebek cucian mobil Gabe Mitra Mall- Batuaji. Pihaknya melakukan pengembangan, sebanyak 8 orang yang diamankan saat itu. Semuanya laki-laki.
“Ada yang sudah menjadi kebisaan, ada yang ngaku susah nyari kerja lalu nyari uang dengan cara lebih cepat,” ulasnya.
Para pelaku ini berinisial; ES selaku server, GP selaku pengepul, TP perekrut, TM, IH dan RS  perekap atau penulis serta UIS dan RS selaku pembeli.
Informasi yang diperoleh POSMETRO.CO di lapangan, pria berinisial IS diketahui sebagai bandar ikut diciduk. Bos siejie di Batuaji-Sagulung itu diamankan saat berkunjung ke Mapolda Kepri. Saat itu IS hendak menjenguk anak buahnya. Jadi total pelaku yang terjerat kasus siejie ini sebanyak 9 orang.
Barang bukti yang diamankan Subdit III Jatanras Polda Kepri saat itu berupa uang tunai Rp 12.732.000, HP 12 unit, buku tulis pulpen, laptop dan lainnya. Bahkan buku mimpi yang berisi nomor-nomor turut disita petugas.
“Berawal dari laporan masyarakat di medsos bahwa di lokasi tersebut ada aktivitas judi siejie,” tutupnya.(cnk)