Karimun

Gas Elpiji 3 Kilo Langka di Kundur

Gas elpiji 3 kilogaram milik pangkalan yang baru dikirim agen. (Posmetro.co/dok)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram juga terjadi di Pulau Kundur atau di tiga kecamatan yakni Kundur, Kundur Barat dan Kundur Utara. Gas tersebut langka karena lambatnya transportasi dan antrian pengisian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBBE) di Tanjung Uban.

Kelangkaan sempat terjadi pada Kamis (21/11). Hal ini sempat membuat warga resah lantaran kesulitan mendapatkan gas melon tersebut. Kelangkaan ini dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan UMKM dan ESDM Kabupaten Karimun, M Yosli yang dikonfirmasi POSMETRO.CO, Jumat (22/11).

Ia menjelaskan, kelangkaan terjadi di Pulau Kundur sejak Kamis hingga Jumat pagi.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak agen elpiji di Kundur yakni Kundur Mas, dimana kelangkaan dikarenakan proses antrian pengisian di SPBBE di Tanjung Uban yang cukup lama,” ucap Yosli.

Terkait hal ini, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina guna menggesa percepatan antrian pengisian tabung gas 3 kilogram bagi agen Elpiji di Kundur.

“Untuk antrian pengisian memakan waktu selama 12 hari dikarenakan di SPBBE yang ada di Tanjung Uban satu SPBBE melayani pengisian untuk tiga daerah yakni Tanjungpinang, Batam dan Karimun. Ditambah lagi transportasi yang cukup jauh, menyebabkan sempat terputusnya stok gas elpiji 3 kilogram di Kundur,” tambah Yosli.

Disebutkan Yosli dari hasil koordinasi pihaknya dengan Pertamina, dimana guna menghindari kelangkaan kembali terjadi, pihak Pertamina akan berupaya untuk mempercepat proses pengisian Tabung gas bagi 3 daerah ini.

“Ditambah lagi Pertamina akan segera mengoperasikan satu unit SPBBE yang ada di Tanjung Pinang, sehingga akan membantu mempercepat pengisian nantinya,” lanjutnya.

Sementara untuk stok gas di Pulau Karimun besar atau Kecamatan Karimun, Meral, Meral Barat dan Tebing dinyatakan Yosli, stok gas elpiji 3 kilogram tidak mengalami kelangkaan.(ria)