Karimun

Penggabungan Wilayah FTZ di Kepri Masih Digodok di Pusat

Bupati Karimun, H Aunur Rafiq. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Bupati Karimun, H Aunur Rafiq, mengatakan, untuk wilayah FTZ dinyatakan adanya kebijakan rencana penggabungan wilayah Free Trade Zone (FTZ) menjadi satu yang terintegritas antara Batam, Bintan, Karimun (BBK).

Dimana rencana peleburan Badan Kawasan FTZ ini masih dalam pembahasan antara daerah di Pusat.

Dijelaskan Rafiq, dimana dalam pembahasan intergritas ini akan dilakukan percepatan. Dalam enam bulan ke depan diharapkan selesai. Dan dalam pembahasan saat itu ia sampaikan tidak sesederhana itu dalam menggabungkan wilayah FTZ ini menjadi satu.

Sehingga ia juga mempertanyakan wilayah mana yang akan memimpin FTZ yang terintegritas ini. Apakah Batam, melihat kota sudah lebih baik. Sementara Karimun, Bintan belum begitu.

“Dan kita ketahui tujuannya untuk percepatan ekonomi di kawasan FTZ menjadi fokus utama bapak Presiden. Namun sayang di daerah hingga kini belum didukung dengan regulasi yang tepat. Saran kita setuju penggabungan itu. Saat ini masih dalam pengkajian,” tambahnya.

Rafiq mengharapkan, dengan penggabungan wilayah FTZ di Kepri menjadi satu, juga diselaraskan dengan regulasi kewenangan yang jelas.

“Selain itu juga penganggaran juga harus ditegaskan. Kawasan FTZ harus ditunjang dengan anggaran yang memadai. Ini yang sedang digodok tiga bulan ini. Ini sangat penting BBK memiliki prospek yang sangat baik. Namun belum diakomodir regulasi yang tepat,” tandasnya.(ria)