Karimun

FGD Karimun, Bea Cukai Dorong Peningkatan Ekspor Impor

Kepala Kakanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto dalam pembukaan FGD di Hotel Aston. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri bersama Kantor Karantina Pertanian Tanjungbalai Karimun menggelar acara Focus Grup Diskusi (FGD), di Ballroom Hotel Aston, Rabu (20/11).

Kegiatan yang mengambil tema Sinergi Untuk Peningkatan Ekspor dan Investasi di Kabupaten Karimun ini digelar guna, meningkatkan angka ekspor dan impor di Kabupaten Karimun. Tentunya sesuai regulasi yang berlaku.

Hadir dalam kegiatan Kepala Kanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto, Bupati Karimun, H Aunur Rafiq, Perwakilan Karantina Pertanian, Ketua DPRD Karimun, Yusuf Sirat, sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang ekspor impor.

Kakanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto dalam sambutanya menyatakan, secara global terjadi tren penurunan angka impor dan ekspor. Hal ini seiring dalam terciptanya proses kepabeanan yang lebih baik.

“Dalam hal ini, tentunya ada kewenangan dalam regulasi di Bea Cukai, dimana BC juga selain menjalani regulasi juga melakukan peningkatkan dan dorongan untuk terus memacu ekspor dan impor, BC juga dalam hal ini berperan melindungi industri tidak sehat agar menjadi sehat. untuk itu dukungan BC yaitu adanya fasilitas bidang kepabeanan dan sejumlah fasilitas lainnya yang ini memiliki kemudahan prosedur dan tentunya menjangkau pengurangan biaya. Untuk mendukung fasiltlitas impor secara sinergi, baik dari ekspor impor dan meningkatkan investasi di Kabupaten Karimun,” ujar Agus.

Kegiatan ini juga dilakukan untuk memberikan dorongan kepada pengusaha ekspor impor agar dapat meningkatkan kegiatan yang tentunya akan membawa pengembangan bagi investasi.

Bupati Karimun, H Aunur Rafiq yang menghadiri Focus Grub Discussion Sinergi Untuk Peningkatan Ekspor dan Investasi di Kabupaten Karimun Yang di Laksanakan Oleh DJBC Karimun dan Badan Karantina Pertanian Karimun, Aston, 20 November 2019 menyatakan FGD yang digelar ini kiranya dapat menjadi dasar dalam pemecahan permasalahan yang dialami para pengusaha di Kabupaten Karimun selama ini.

Rafiq juga mengharapkan kepada Instasi Vertikal dan Seluruh Elemen untuk dapat mendorong Pemerintah Pusat agar Kabupaten Karimun menjadi Wilayah FTZ seutuhnya.

“Ke depan dengan diadakan kegiatan ini Karimun akan menjadi Program Investasi bagi seluruh pengusaha yang berada di Kabupaten Karimun maupun luar Kabupaten Karimun,” ucap Rafiq.

Dalam FGD juga Bupati Karimun juga menerima 1 handphone yang berisi aplikasi Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export (I-MACE) yang diluncurkan oleh Badan Karantina Pertanian Kabupaten Karimun, sebagai langkah nyata dalam mengembangkan regulasi dalam era digital. Apliaksi I-Mace juga dinyatakan diluncurkan guna mempermudahkan para pengusaha dalam mengetahui regulasi dalam kegiatan yang dilakukannya.(ria)