Bisnis

Kadin Kepri Berhasil Membawa Investasi USD 50 Juta dari AS

Ketua Umum Kadin Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana menandatangani kontrak kerjasama didampingi Konsul General Saud P Krisnawan, Wakil Ketua Umum Kadin Kepri Yustinus dan ibu Mulyana Aling, BKPM dan Indonesia Trade Promotion Centre dengan Martina Anggelika di Los Angeles, AS. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri telah melakukan penandatanganan kontrak kerjasama dengan perusahaan Amerika Serikat (AS), QPAC dan PT OOK Perkasa.

“Penandatanganan kontrak kerjsama dengan QPAC dan PT OOK Perkasa sudah dilakukan di Los Angeles,” ujar Ketua Umum Kadin Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana, Senin (18/11) pukul 11.00 waktu setempat.

Dikatakan Ma’ruf, penandanganan tersebut didampingi Konsul General Saud P Krisnawan, Wakil Ketua Umum Kadin Kepri Yustinus dan ibu Mulyana Aling, juga BKPM dan Indonesia Trade Promotion Centre dengan Martina Anggelika di Los Angeles, AS.

Dijelaskan, perusahaan asal Amerika ini resmi berinvestasi di Indonesia, tepatnya di Batam, Kepri dengan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut mencapai USD 50 juta atau sekitar Rp 700 miliar (kurs Rp 14.000).

“Kami akan berangkat ke Amerika untuk melakukan kontrak kerja sama dengan perusahaan Amerika. Perusahaan tersebut resmi berinvestasi di Batam,” ungkap Mar’uf, Minggu (10/11).

Delegasi Kadin Provinsi Kepri yang berangkat ke AS, antara lain; Ketua Kadin Provinsi Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan Yustinus, Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata Bu Aling Mulyana, dan Ketua Kadin Kota Batam Jadi Rajagukguk.

Dijelaskan Ma’ruf, perusahaan QPAC dengan PT OOK Perkasa akan menempati salah satu industri atau pabrik di Wiraraja Industrial Park, Kabil, Punggur, Kota Batam. Untuk tahap awal, jumlah tenaga kerja yang akan terserap di industri ini sebanyak 400-500 orang.

Ma’ruf menambahkan, Perusahaan QPAC akan memproduksi street film dan lakban serta isolasi. Semua produk yang dibuat di Batam selanjutnya diekspor ke Amerika. “Perusahaan ini 100 persen berorientasi ekspor,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf berharap agar investor asing yang masuk ke Batam mendapat kenyamanan  dan kemudahan berinvestasi.

“Kami minta pemerintah memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi investor, tidak dipersulit atau tidak ‘dibegal’ agar investor benar-benar nyaman berinvestasi di Batam,” ujarnya.(waw)