Batam

SPBU di Seiladi Sudah Tak Jual Premium, Beli Pertalite Ngantri Panjang

Para pengendara motor harus mengantri untuk mendapatkan pertalite di SPBU Tembesi, Senin(11/11) pagi.(Posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Antrian panjang terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tembesi, Kecamatan Batuaji. Padahal para pengendara bukan mengantri Bahan Bakar Minyak (BMM) jenis premium, melainkan pertalite.

“Ada premium, sudah pasti antrian panjang. Nah, ini premium kosong masih tetap antri juga,” kata Frengki, seorang pengendara yang ikut antri.

Menurut Frengki, BBM bersubsidi itu sudah mulai jarang ditemukan di setiap SPBU. Meski pun ada stok, namun premium ini akan habis dengan cepat.

“Gimana nggak cepat habis bang, soalnya premium ini menjadi incaran banyak orang. Lucunya, di SPBU ini kosong premium, tapi di pinggiran jalan premium masih bisa ditemukan,” katanya.

Karena kekosongan premium ini, pengendara motor memilih beralih ke pertalite yang harganya lebih mahal. Meski demikian, pengendara juga harus antri panjang layaknya seperti antrian untuk mendapatkan premium.

“Udah lebih mahal, pengendara pun harus antri panjang. Jadi harus banyak sabar,” celetuknya.

Bagi pengendara yang tidak sabar, mereka akan memilih jalan pintas lain dengan mengisi BBM jenis Pertamax. Kebetulan Senin (11/11) pagi, stok Pertamax biasa lagi kosong.

“Mau tak mau terpaksa harus mau. Saya ini mau cepat ke tempat kerja. Jadi saya memilih Pertamax Turbo yang harganya cukup mahal,” tutup Frengki.

Sigit, karwayan SPBU Tembesi mengatakan, Senin (11/11) pagi stok premium kosong. Yang ada saat itu adalah pertamax Turbo dan Pertalite, sedangkan Pertamax biasa lagi kosong juga.

“Di saat premium ada, pengendara rela antri panjang. Dan ketika premium kosong, pengendara harus antri untuk mendapatkan pertalite. Nah, sebagian dari mereka banyak yang tak sabar hingga memilih Pertamax,” tuturnya.

Menurut Sigit, stok premium selalu ada di SPBU Tembesi. Sekali datang, jumlahnya mencapai 10 ton. Tapi stok tersebut bisa habis dalam satu hari juga.

“Stok premium selalu datang, kecuali hari Minggu. Sedangkan stok Pertamax Turbo ini bisa tahan hingga 3 minggu, sebab jarang pengendara yang mau,” tutupnya.

Sementara itu, di SPBU yang berada di Taman Kota, Baloi, dekat Seiladi, sudah tidak menjual BBM jenis premium atau bensin lagi. Dispenser yang biasanya untuk mengisi bensin sudah diganti dengan pertalite. Sedangkan dispenser pertalite diganti pertamax. Dengan kondisi ini, membuat para pengendara kecele.

“Kalau premium sudah tidak dijual lagi di sini bang,” kata seorang pekerja SPBU tersebut sembari mengisi pertalite.(jho/waw)