Lingga

Ini Program Besar Camat Senayang yang Berhasil Dilaksanakan…

Camat Senayang, Kimat Awal. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Dua permasalahan besar Kecamatan Senayang hampir rampung, sarana air bersih yang dinanti kini sudah mengalir ke rumah. Sedangkan listrik 24 jam tinggal menunggu waktu, setelah melalui uji coba pada Oktober 2019 lalu oleh pihak PLN Dabo.

Camat Senayang, Kimat Awal yang dipercaya Bupati dan Wakil Bupati Lingga, Alias Wello dan Muhammad Nizar untuk memimpin Senayang telah menunjukkan keberhasilannya sesuai dengan keinginan masyarakat Senayang itu sendiri.

“Memang ketika dilantik bupati beberapa waktu lalu, ada tiga agenda besar saya selesaikan di Kecamatan Senayang, air bersih, listrik dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” kata Kimat Awal.

Permasalahan air bersih, sekarang sudah sudah ada sambungan ke rumah-rumah oleh Pemkab Lingga melalui Dinas Pekerjaan Umum. Sebelumnya masyarakat kesulitan, meski sumber air sudah ada di Tanjung Gantung dan di aliri ke Senayang namun kala itu belum dapat di nikmati masyarakat.

“Alhamdulillah permasalahan air bersih masyarakat Senayang tidak ada masalaah lagi, cuma belum ada meteran air. Dulu memang sudah ada, karena sudah bertahun-tahun air tidak dapat dimanfaatkan, meteran banyak yang hilang dan rusak,” kata Kimat yang di amini tokoh masyarakat Senayang ada bersama dengannya waktu itu.

Dia mengaku, dalam minggu ini satker dari Tanjungpinang akan datang ke Senayang, selain untuk menetapkan pemakaian air dalam per kubik, mereka juga melihat kembali air bersih yang sekarang ini sudah seluruh masyarakat menikmatinya.

“Kita memang belum ada tarif, sebab harus ada meteran. Sementara kami pakai perkiraan saja sesuai dengan pemakaian,” sebut dia.

Kalau permasalahan listrik, sambung mantan Sekcam Lingga Utara ini lagi, dia sudah beberapa kali menyurati kementerian dan PLN Pekanbaru, bahkan saya sudah dua kali ke Pekanbaru dan satu kali dia mengutuskan salah satu kasi di Kantor Camat Senayang menemui PLN Pekanbaru.

“Respon Bupati dan Wakil Bupati Lingga sangat luar biasa sekali apa lagi masyarakat, sangat mendukung sekali, hingga dilakukan percobaan nyala 24 jam baru-baru ini dan semua mendukung, dan berpeluang untuk dinyalakan 24 jam seperti yang diinginkan masyarakat,” kata dia.

Satu lagi program saya sekarang sedikit mengalami kendala yaitu mengenai sampah, sambung Kimat lagi, permalasahan sampah banyak sekali di Senayang pihaknya juga menugaskan para honorer kecamatan, kelurahan dan dibantu Polisi Pamong Praja memungut sampah secara bergantian setiap 3 hari satu kali.

“Biasanya kami gotong royong seminggu sekali, karena kesibukan, maka kami tidak dapat menunaikannya untuk sementara ini,” papar dia.

Pengakuan pria yang gampang bergaul ini, permasalahan sampah sudah selesai, sebab dia bersama dengan Lurah Pancur Kecamatan Lingga Utara sudah melakukan MoU dengan salah seorang penampung sampah di Dabo Singkep untuk di olah, melalui Kapal Tol Laut.

“Sekarang kapal itu sudah tidak lagi, harusnya permasalahan sampah di Senayang sudah usai, karena akan di kirim ke Dabo untuk di olah. Kita yakin kalau memang Tol Laut itu jalan, sampah sudah tidak ada lagi di Senayang,” tutur dia.

Sekarang ini, sampah di kumpul di Senayang, kedepan pihaknya akan menyediakan kaisar untung mengantar ke satu tempat, sedangkan pokcai akan mengantar sampah menyeberangi laut untuk di bakar atau di musnahkan di lokasi yang sudah ditentukan.

“Selain sampah dari laut, sampah bungkusan makanan anak-anak dan sampah rumah tangga menjadi permasalahan kami sekarang ini. Maka kami lakukan pemungutan, bahkan tahun 2020 kami akan menyediakan petugas kebersihan untuk menangani sampah di Senayang untuk di bakar di tempat yang sudah ada,” pungkasnya.(mrs)