Karimun

Lemhanas: Karakter Kepemimpinan Bangsa Perlu Diperhatikan

Bupati Karimun, H Aunur Rafiq menyerahkan cenderamata. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Kepemimpinan nasional yang berwawasan kebangsaan dirasakan perlu pengkajian dan perhatian bersama. Tujuannya untuk membangun pemimpin-pemimpin yang memiliki karakter yang tidak keluar dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kajian inilah yang dibahas sejumlah perwakilan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) RI yang hadir dalam seminar bertajuk Optimalisasi Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan dalam rangka penguatan karakter kepemimpinan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

Sejumlah perwakilan Lemhanas RI yang hadir diantaranya LaksdaTNI Erman Sayfri, S.H., M.M, Laksma TNI Suratno S.H., M.H, Brigjen Pol. Djoko Rudi C, S.H., S.I.K., M.Si, Kolonel Cba. Suryana dan Kolonel. Adm Prasetyo Herminto, S.IP., M.AP.

Acara yang digelar di Gedung Nasional, Selasa (5/11), juga dihadiri Bupati Karimun, H Aunur Rafiq, Ketua DPRD Karimun, H M Sirat, Kapolres Karimun, AKBP Yos Guntur Yudi FS SIK Dandim Tbk dan sejumlah perwakilan anggota DPRD Karimun, OPD, instansi vertikal dan sejumlah organisasi masyarakat.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Karimun, Erdan Firdaus dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi kepemimpinan nasional yang berwawasan kebangsaan sangat perlu dilakukan, melihat Kabupaten Karimun salah satu wilayah perbatasan. Beragam etnis, agama dan lainya ada di Karimun.

“Letak Kabupaten Karimun yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia menjadikan Kabupaten Karimun menjadi daerah segitiga emas. Untuk itu harus menjadi perhatian serius untuk mempertahankan keamanan,” ucap Erdan.

Disebut Erdan dalam kegiatan yang melibatkan Lemhanas RI ini diharapkan mampu menciptakan generasi pemimpin yang benar-benar tangguh dan berlandaskan Pancasila dan UUD 45. Sementara Bupati Karimun, Aunur Rafiq dalam sambutnya menyatakan gagasan kegiatan ini lahir dari usulan sejumlah organisasi.

“Dimana ingin mengundang Lemhanas untuk memberikan masukan tentang kepemimpinan sesuai 4 pilar. Alhamdulillah 5 nara sumber dari Lemhanas dapat hadir hari ini dan kami harapkan dapat menjadi penggerak kepemimpinan kedepan, apalagi ada bapak Djoko Rudi yang dulu pernah menjabat Kapolres Karimun, tentunya sangat memahami kondisi di daerah ini,” terang Rafiq.

Disebut Rafiq, Karimun saat ini sudah berusia 20 tahun. Kegiatan kepempinan sudah 4 kali berganti, 20 tahun bukan usia muda lagi namun sejumlah permasalahan di daerah terus bermunculan meski dapat teratasi dan tidak menimbulkan riak.

“Kami terus lakukan upaya pembangunan. Namun regulasi yang ada menimbulkan permasalah baru, Karimun 86 persennya lautan dengan 6 pulau besar yakni Kundur. Karimun. Belat, Moro. Durai dan buru dengan jumlah Penduduk 247 ribu, regulasi seperti dana bagi hasil tidak melihat luas lautan, untuk itu kami berharap Lemhanas mampu merekomendasikan kajian-kajian seperti itu,” ucap Rafiq.

Oleh karena itu Pemerintah saat ini sedang berjuang untuk menarik kembali sektor-sektor itu. Dimana Karimun seperti daerah kepulauan, dan aturan yang dibuat tidak melihat hal-hal terkait kepulauan yang jelas merugikan bagi daerah kepulauan.

“Dalam pembagian dana pusat yang dibagikan ke daerah. Itu dihidung dari luas Jalan yang dibangun APBN. Sementara kita jalan tol laut lebih luas dari pada jalan ApB. Kemudian Sektor pertambangan granit 6 tambang yang beroperasi, 2 perusahan tutup. Selanjutnya potensi kelautan, berar harapan kami Lemhanas membuat kajian kepada pemerintah pusat tentang regulasi – regulasi kedepan agar daerah kepulauan seperti kami dapat berkembang dengan baik,” tegas Rafiq.

Contoh, lanjut Rafiq perihal labuh jangkar. Akibat dikuasai pusat regulasi semakin rumit. Income pemerintah daerah pun semakin turun.

“Meski saat ini sedang berjuang, Kita berharap Lemhanas nantinya membuat Kajian ekonomis di sektor kelautan, seperti pasir laut yang pernah jadi primadona,” papar Rafiq.

Sementara Perwakilan Lemhanas Laksma TNI Suratno S.H., M.H menjelaskan, rasa nasionalisme memang mulai memudar. Dan ini yang diharapkan harus jadi perhatian. Bahasa daerah seperti di wilayah perbatasan dengan negara lain ini akan berimbas.

Sementara Brigjen Pol. Djoko Rudi C, S.H., menyampaikan Gagasan Lemhanas telah mengkaji menuju upaya demografi yang lebih baik. Kajian jangka pendek dan panjang tentunya menjadi penting dilakukan.

“Karimun adalah daerah yang potensial, nilai ekonominya tinggi. Apabila dilakukan upaya-upaya ekonomi yang strategis. Adanya regulasi yang meningkat memang menjadi permasalahan. Namun itu semua dilakukan dengan kajian-kajian yang kuat,” ucap Djoko Rudi.

Disebutnya lagi yang perlu diperhatikan di Karimun pengkajian ekonominya termasuk ekonomi mikro dan makro.

“Pada dasarnya ekonomi konflik akan terus terjadi, seperti di bidang ekonomi sosial agama dan manusianya. Semuanya berpengaruh, dan perlu melalui kajian yang lebih baik. Perbaiki ekonomi sosial dan budaya serta SDM masyarakat menjadi sangat perlu untuk itu,” tambahnya.(ria)