Lingga

Disdik Lingga akan Buat Sekolah Terintegrasi untuk Suku Terpencil 

Kadisdik Lingga, Junaidi Adjam. (Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga Junaidi Adjam ketika dikonfirmasi POSMETRO.CO, terkait persoalan pendidikan untuk suku Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Pulau Kojong, Desa Penaah mengaku kesulitan mengatasi masyarakat di sana.

Dikatakan Junaidi Adjam, sebelumnya Dinas Pendidikan Lingga sempat menempatkan salah satu guru, namun masyarakat KAT selalu berpindah-pindah membuat pihaknya sedikit kesulitan.

“Kita pernah menempatkan guru tapai mereka tidak menetap, salah satunya di Pulau Mesemut, Desa Penaah. Tidak menetapnya suku KAT membuat kami kesulitan memberi pendidikan secara reguler buat anak-anak di sana,” kata Junaidi, Senin (4/11).

Menurutnya, di Kojong masyarakatnya tidak banyak, namun ia akan tetap memperhatikan pendidikan buat anak KAT, tetapi melalui program sekolah terintegrasi nantinya.

“Supaya program ini berjalan nantinya, kami akan bawa permasalahan ke pusat melalui Rancangan Kerja (Renja) kami dengan pemerintah pusat, dalam program sekolah terintegrasi,” papar dia.

Dia mengaku, kalau dibuka sekolah reguler atau secara formal, pihaknya akan kesulitan sebab warga KAT di sana suka berpindah-pindah seperti Mensemut. Jadi Mensemut dan Kojong akan direncanakan sekolah terintegrasi melalui program pusat dan Kabupaten Lingga nantinya.

“Mereka akan kita buat sekolah khusus nanti, di situ anak-anak dan masyarakat akan mendapat pengajaran, baik secara formal maupun non formal. Insya Allah tahun 2020 sudah ada sekolah khusus itu di Mesemut dan Kojong supaya anak dan masyarakat dapat mengenyam pendidikan,” tutupnya.(mrs)