Batam

Alat Isap dan Alat Suntik Narkoba Ditemukan di Pasar Induk Jodoh

Satpol PP saat membersihkan salah satu kamar yang ada di Pasar Induk Jodoh. (Posmetro.co/hbb)
BATAM, POSMETRO.CO: Hari ketiga penertiban Pasar Induk Jodoh, Jumat (1/11), Satpol PP Batam dan Ditpam Batam menemukan dua alat isap sabu dan dua suntik bekas di salah satu kamar yang ada di pasar tersebut
“Hari ini tetap berlanjut. Tadi kami menemukan dua alat bong sabu bekas pakai dan dua buah suntik bekas di salah satu kamar yang ditempati,” kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP, Imam Tohari.
Temuan tersebut tegas Imam, langsung dilaporkan ke Polsek Lubukbaja untuk ditindaklanjuti kepolisian. Selain itu timnya juga menemukan beberapa kondom bekas yang juga berserakan di sekitar pasar.
“Kami langsung hubungi Polsek Lubukbaja, dan barang-barang tadi sudah dibawakan. Kami juga menemukan kondom bekas yang berserakan di area pasar,” kata Imam lagi.
Diakui Imam, memang banyak informasi yang beredar bahwa area Pasar Induk Jodoh ini juga digunakan oknum yang tak bertanggungjawab. Sehingga saat ditertibkan dugaan tersebut terbukti.
Namun demikan, timnya hanya bertugas untuk melakukan pembersihan. Dengan target satu minggu clear and clean dari pedagang. Sehingga realisasi revitalisasi Pasar Induk segera dilaksanakan.
“Tadi masih ada penghuni kos di sana, lagi beres-beres. Petugas kita suruh bantu. Ada juga yang minta waktu besok sudah pindah. Jadi sekarang sudah lancar tidak ada masalah lagi,” ucapnya.
Setelah satu minggu dibersihkan, kata Iman, area Pasar Induk akan dipagar keliling. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak lagi masuk ke kawasan pasar tersebut.
“Nanti dipagar keliling biar tak ada lagi yang masuk. Tapi tetap kami pantau sesuai arahan,” tegas mantan Lurah Sei Jodoh, Batuampar itu.
Hal senada juga diutarakan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau, setelah Pasar Induk Jodoh dibersihkan tempat itu akan dipagar keliling. Para pedagang direlokasi ke kios sementara.
“Iya nanti dipagari semua, sebagai antisipasi tidak ada lagi yang masuk. Karena harus clear and clean pedagang harus dilakukan. Karena revitalisasi bisa terlaksana tahun depan,” pungkasnya. (hbb)