Batam

Teken Kontrak Politik Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen, Ini Kata Ismeth Abdullah…

Ismeth Abdullah saat meneken kontrak politik untuk membuat perekonomian tumbuh 7 persen bila menjadi Gubernur Kepri nanti. (Posmetro.co/ist)

BATAM, POSMETRO.CO: Bakal calon kepala daerah Ismeth Abdullah yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, memenuhi tantangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri di Graha Kadin Kepri, Batam Center, Kamis (31/10) siang. Ismeth Abddullah menandatangani kontrak politik pertumbuhan ekonomi 7 persen.

Proses penandatanganan tersebut disaksikan secara langsung Ketua Umum Kadin Kepri Ahmad Ma’ruf Maulana, Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk serta simpatisan dan pendukung Ismeth Abdullah.

Ismeth Abdullah mengatakan, ia mengapresiasi tantangan dari Kadin Kepri tersebut. Katanya, meski ada atau tidak ada tantangan tersebut, memang seharusnya lah seorang pimpinan daerah itu bisa menyejahterakan masyarakatnya dan bisa membuat pertumbuhan ekonomi.

Dijelaskannya, bahwa Batam, khususnya Provinsi Kepri pernah mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 7,3 persen. Dan apa yang diminta oleh Kadin Kepri sebesar 7 persen baginya tidak terlalu sulit.

“Sebelumnya, Batam dan Kepri sebelumnya sudah mencapai angka pertumbuhan ekonomi 7,3 persen. Dimana persentase ini, terbilang lebih rendah. Jadikan sudah lewat. Dan untuk mewujudkan itu semua, ngak sulit dan tidak ada yang sulit. Semuanya ada di teori ekonomi. Siapapun yang pernah sekolah ekonomi, tentunya sudah paham dan mengerti itu semua,” jelas Ismeth.

Ia juga mengatakan, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 7 persen tersebut adalah membuka simpul-simpul perekonomian yang ada di Provinsi Kepri.

“Buka semua simpul-simpul ekonomi di Batam dan Kepri. Jangan dibuat macet. Permudah dan perlancar semua. Biar perputaran ‘mesin’ ekonominya cepat berputar,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya juga akan fokus dan mendorong pengembang sektor industri yang menjadi penunjang perekonomian di Batam. Selanjutnya sektor perikanan, pertanian dan pariwisata.

Intinya, tambahnya, pihaknya akan melakukan perundingan dengan Singapura untuk memajukan Kepri, khususnya Batam yang memiliki kedekatan geografis.

“Ikrar kita adalah, untuk membuat Kepri lebih maju dan masyarakat lebih sejahtera. Dan ini semua untuk mencambuk kita untuk bisa bekerja keras dan kerja pintar. Dimana Batam memegang 60 persen pertumbuhan ekonomi di Kepri. Kalau Batam limbung, maka limbung juga perekonomian di Kepri,” jelas Ismeth.

Ketua Umum Kadin Kepri Ahmad Ma’ruf Maulana menyambut baik kedatangan bakal calon kepala daerah Ismeth Abdullah untuk menandatangani kontrak politik 7 persen.

Menurutnya, sosok Ismeth Abdullah adalah tokoh di Provinsi Kepri yang sebelumnya sudah mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen di Kepri.

“Jadi saya rasa dunia usaha sangat merindukan sosok seperti beliau. Dan ada beberapa kandidat lagi, yang akan datang yang akan melakukan hal yang sama. Intinya, ekonomi kerakyatan bisa dikembangkan dan kita gali bersama,” jelasnya.(*/waw)