Lingga

Perahu Karam di Singkep, Satu Selamat, Satu Hilang

Camat Singkep Selatan (tengah), Sabirin saat menjenguk Abdul, korban yang selamat usai perahunya karam diterjang gelombang.(Posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO CO: Pompong penjaring udang tenggelam akibat alun gelombang arus kuat laut Pulau Lalang, Desa Berhala, Kecamatan Singkep Selatan, Senin (28/10). Satu nelayan dinyatakan selamat, satu hilang. Hingga kini pencarian terus dilakukan banyak pihak.

Camat Singkep Singkep Selatan, Sabirin, menceritakan, kejadian menimpa warganya itu pada Selasa (28/10) pukul 16.00 WIB, ketika menjaring udang di laut Pulau Lalang, namun naas menghampiri salah satu nelayan.

Katanya, pada hari itu E.Abdul Rahman alias Buan (19) dan Zulkifli (29) yang masih ada hubungan keluarga, pergi bersama mencari udang pakai pompong pada pukul 12.00 WIB atau  setelah salat duhur.

“Informasi saya dapat, waktu itu mereka lagi menjaring, alun gelombang dan arus kuat, sehingga air laut masuk ke pompong dan karam,” ungkap Sabirin, yang ikut mencari warganya itu.

Masih kata Sabirin, Abdul Rahman selamat, sebab waktu pompong mau tenggelam, Abdul Rahman sempat meraih papan yang ada di belakang pompong, sedangkan Zulkifli juga dapat berpegangan. Mungkin tidak tahan akhirnya terlepas.

“Pompong sempat tenggelam, papan belakang pompong itulah yang menyelamatkan Abdul, sedangkan Zulkifli terlepas dari papan yang dipegangnya. Hingga dia hilang sampai sekarang, sedangkan arus laut juga kencang,” jelas Sabirin lagi

Sabirin mengaku, sekarang ini, Abdul dalam keadaan trauma dan terbayang-bayang di benaknya ketika kejadian itu menghantam mereka berdua di tengah laut.

“Dia (Abdul) selamat karena bisa bertahan, dan ada pompong nelayan yang lewat. Maka Abdul dapat diselamatkan oleh pompong nelayan yang ingin melintasi lokasi kejadian,” terang Sabirin.

Waktu melaut, keduanya naik pompong atau perahu berukuran 7 meter, dan kejadian itupun terjadi ketika dia ingin mengangkat jaring yang kedua kali. Perahu karam akibat alun gelombang yang diperkirakan angin Selatan.

“Kabar dari Abdul, mereka sempat mengapung dengan mendapat papan belakang pompong yang mengapung, Zulkifli terlepas dari pegangan, hingga dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian banyak pihak,” tutur dia.

Kabar juga didapatkan dari korban yang selamat. Sebelum kejadian, angin dan alun gelombang agak kencang. Namun, setelah kejadian angin langsung reda.

“Setelah kejadian, angin berangsur reda, tapi arus air laut masih kuat. Sekarang Abdul masih merasakan trauma itu, sebab masih terbayang dengan kejadian itu,” tuturnya.

Sabirin menyebutkan, banyak pihak ikut mencari termasuk dirinya bersama masyarakat nelayan Berhala dan Pulau Palang, Basarnas, BPBD, Pol Air, AL, Karang Taruna Singkep Pesisir dan Singkep juga turut mencari.

“Kami mencari dari pagi sampai sore, namun belum ada tanda-tanda, tapi pompong mereka yang tenggelam sudah ditemukan dan diangkat dari permukaan. Malam ini pencarian terus dilakukan, saya besok pagi kembali ikut mencari,” imbuhnya.

Kepala BPBD Kabupaten Lingga Noprizal melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Abdul Malik mengaku, dia baru saja sampai kerumah bersama 5 anggotanya pukul 18.15 WIB. Mereka juga belum menemui tanda-tanda korban yang hilang tersebut.

“Kami bergerak mulai Selasa (29/10) pagi, besok kami kembali turun dengan membawa peralatan yang ada untuk menyisir tempat kejadian,” kata Abdul Malik.

Dia juga menyebutkan, sebelum kejadian, pompong yang di gunakan Abdul dan Zulkifli di hantam alun laut, mereka sempat kualahan, sehingga kejadianpun tidak terelakkan air masuk ke pompong dengan deras hingga karam.

“Katanya udang baru di dapatkan 5 ekor, mereka ingin memasang atau merentang jaring kembali, namun tak kesampaian, naas menimpa mereka hingga Abdul yang selamat, Zulkifli dinyatakan hilang, dan sampai sore ini belum ditemukan,” tukasnya.(mrs)