Batam

Maknai Sumpah Pemuda, BaGI Gelar Indie Camp di Pulau Bekas Tambang Pasir

Kegiatan kemah Indie Camp, sekaligus dialogue bertemakan “Yang Muda Yang Bersumpah” di area Pulau Buntal, bekas tambang pasir ilegal, Batubesar, Sabtu (26/10). (Posmetro.co/cnk) 

BATAM, POSMETRO.CO: Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Batam, Askarmin Harun, menilai, saat ini masih ada wadah kepemudaan di Batam yang tidak tahu, bahkan jarang melibatkan KNPI dalam berkegiatan.

“Padahal kita sangat membuka diri, apalagi dalam hal kepemudaan,” ujar Askarmin.

Katanya, KNPI harus membuka ruang diskusi serta memfasilitasinya. Lanjutnya, saat ini sudah ada Forum Osis se Kota Batam. Namun bukan di bawah naungan KNPI.

“Kita di sana menjadi pembina. Pintu kita terbuka lebar untuk kawan-kawan organisasi atau komunitas di luar KNPI,” katanya lagi.

Pihaknya tetap menampung wacana berfikir kepemudaan di Batam. Sebab yang namanya pemuda itu tetap di bawah naungannya KNPI.

“Seperti kegiatan yang dibuat Batam Green Initiative (BaGI) ini,” singgung Askarmin dalam kegiatan kemah Indie Camp, sekaligus dialogue bertemakan “Yang Muda Yang Bersumpah” yang digelar di area Pulau Buntal, bekas tambang pasir ilegal, Batubesar, Sabtu (26/10).

Ia menilai wadah ini sangat menyentuh. Dimana di tengah kondisi saat ini ada komunitas pemuda yang mau mengumpulkan anak muda lainnya untuk mencintai alam membangun mainset berfikir untuk merawat alam. “Kalau ada kegiatan-kegiatan seperti ini saya wajib datang,” tegasnya.

Ketua Batam Green Initiative (BaGI), Icank Koto mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk memaknai Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober.

Ia menilai, Sumpah Pemuda dapat menjadi penyaring jika budaya-budaya negatif telah merasuki semangat berkarya dan berjuang pemuda khususnya di Batam.

“Agenda kami tidak hanya dialog, juga musikalisasi puisi, live musik serta mural,” ulas Icank berharap kawan-kawan pemuda tetap semangat dalam berkarya. Bahkan, sambung dia, Indie Camp ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akbar BaGI pada Desember nanti.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Batam, Thomas Arihta Sembiring turut berkomentar mengenai pemaknaan Sumpah Pemuda. Thomas menyebut, gerakan pemuda dalam konteks positif harus terus dilakukan, agar semangat Sumpah Pemuda akan terus ada.

“Jangan gerakan Sumpah Pemuda dijadikan sebagai sarana ‘kultusisasi’ terhadap seseorang pula,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai, embrio hari Sumpah Pemuda sendiri hadir dalam rangka merebut kemerdekaan Indonesia.

“Jadi jangan terlalu kecil memaknai hari besar ini,” kata Thomas menanggapi. Ia menyinggung, salah satu wadah kepemudaan yang membuat surat cinta untuk Kepala Daerah. “Ini tidak sesuai makna menurut saya dalam memperingati Hari Sumpah,” singgungnya.

Seharusnya, sambung Thomas, gerakan-gerakan dengan melibatkan gagasan dan ide untuk memberdayakan pemuda agar lebih unggul dalam persaingan ekonomi dan pendidikan justru lebih masuk akal untuk dilakukan dan mendapat dukungan dari pemerintah.

“Saya secara tegas mengkritisi kegiatan-kegiatan pengkultusan terhadap seseorang itu. Bagi saya itu tidak memberikan nilai-nilai kebangsaan, dan seharusnya peringatan Hari Sumpah Pemuda perlu penanaman nilai-nilai edukatif sebagai anak bangsa,” tutupnya.(cnk)