Karimun

Aksi Damai Tolak Pembangunan Gereja di Depan Polsek Balai

Massa pembubuhkan tanda tangan penolakan pembangunan gereja di kain putih yang dibentang di parkiran BBC. (Posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Puluhan massa umat muslim di Karimun menggelar aksi penolakan pembangunan Gereja Paroki Khatolik Santo Joseph yang berada di depan Polsek Balai dan Berdampingan dengan Rumah Dinas Bupati Karimun, Jumat (25/10) siang.

Aksi yang digelar di lapangan Parkir BBC atau persis di belakang Gereja Santo Yusuf tersebut diikuti sejumlah tokoh masyarakat.

Aksi tersebut disertai dengan pembubuhan tanda tangan di kain putih yang dibentang di parkiran BBC. Aksi juga digelar terkait keluarnya izin mendirikan bangunan (IMB) yang diterbitkan pemerintah yang dinilai tidak mengindahkan aturan yang berlaku dalam pendirian rumah ibadah.

Aksi damai yang digelar tersebut pun berakhir, usai perwakilan massa dipanggil untuk mediasi di Rumah Dinas Bupati Karimun.
Beberapa menit usai mengadakan rapat tertutup yang dipimpin Wakil Bupati Karimun, H Anwar Hasyim tersebut perwakilan massa keluar, dan menyampaikan bahwa, kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gereja ditunda.

“Hasilnya kegiatan besok Sabtu (26/10) dinyatakan ditunda dan diminta untuk disosialisasikan dan dikaji kembali perizinannya,” ujar Amri Tanjung di depan puluhan massa yang hadir.

Hasil tersebut pun ditanggapi massa secara baik. Bahkan massa meminta Bupati Karimun tidak hanya berucap dalam menunda dan meminta dikaji kembali.

“Jangan bohong, kate ketua kami tadi, tapi jawab pak Wabup, gak mungkinlah pak Bupati bohong. Jadi kegiatan peletakan batu pertamanya ditunda,” terang Amril Tanjung lagi.(ria)