Batam

Pabrik Plastik Banyak Makan Air Bersih, ATB: Mohon Maaf Tak Bisa Layani

Maria Y Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB menjawab pertanyaan wartwan saat  acara Kopi Sore bersama awak media di Lu Hoeng Omah Kopi, Rabu (9/10).
BATAM, POSMETRO.CO: Maria Y Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB menegaskan, tidak dapat menyediakan air bersih untuk pabrik plastik di Batam. Karena pihaknya harus memilih mana yang menjadi prioritas, karena ketersediaan air baku di Batam saat ini sangat terbatas.
“Jika dalam kondisi yang seperti ini atau curah hujan tidak turun dengan maksimal atau sesuai ekspektasi, maka diperkirakan kita hanya bisa bertahan paling lama 2 tahun ke depan,” terang Maria di sela-sela Kopi Sore bersama awak media di Lu Hoeng Omah Kopi, Batam, Rabu (9/10).

Dikatakannya juga, Batam sudah masuk dalam kategori defisit air baku dan diambang krisis air.

“Jadi untuk pabrik plastik mohon maaf kami tidak bisa melayani sementara waktu karena, ketersediaan air baku hanya mengandalkan sumber dari waduk,” tegasnya.
Maria menyebut, pihaknya benar-benar selektif. Saat ini ada sekitar 100-200 perusahaan plastik di Batam.
“Apakah sudah diberikan izin? Pemerintah yang tahu,” katanya. Tapi, ATB sendiri tidak melayani yang pemasangan baru. Hanya melakukan perpindahan tangan dari perusahaan sebelumnya.
“Ada tiga perusahaan plastik di Batam, kami tak bisa memberikan layanan maksimal air bersih, dan mereka mungkin juga berpikir dua kali untuk melanjutkan bisnis,” tambah Maria.
Masih kata Maria, untuk satu bulan, perusahaan plastik tersebut bisa menghabiskan 3.000-5.000 meter kubik air bersih. Bahkan ada yang sampai 10.000 meter kubik.
“Kebutuhan mereka itu seharusnya bisa mengcover sampai 200-300 rumah,” tegasnya. Maria mengatakan, plastik sangat pemakan air dalam jumlah yang sangat besar.
“Tolonglah Batam jangan dijadikan pulau pembuangan sampah karena seluruh dunia sudah menggalakkan kampanye plastik,” harapnya.
Memang, masa perjanjian konsesi PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan segera berakhir pada November 2020 mendatang. Tapi sebagai perusahaan layanan publik terbaik, pihaknya masih akan tetap fokus dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggannya.
“ATB tetap harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Sehingga tidak ada alasan bagi ATB untuk tidak memberikan yang terbaik kepada pelanggan meski masa konsesi ATB berakhir,” tutupnya.(cnk)