Kriminal

Lagi Video Call, Hape Disikat Penjambret

Penjambret yang diciduk Unit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Kepri. (posmetro.co/cnk)
BATAM, POSMETRO.CO: Mereka berempat saling berkomunikasi merencanakan persekongkolan jahat dalam aksi pencurian disertai kekerasan (curas) dengan cara menjambret.
Adalah Rahmat Hidayat alias Amek, Andi, Ucok dan Kamal. Keempat pelaku ini diciduk Unit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Kepri, baru-baru ini.
“Korban saat itu sedang Video Call, saya ambil deh HP nya,” kata Amek, pelaku jambret saat diekspos, Selasa (8/10).
Pemuda berumur 22 tahun itu mengaku melakukan aksi spontanitas saat melihat perempuan berboncengan di atas motor sambil pegang HP. “Satu hari, dua kali (menjambret),” tambahnya.
Beda dengan Andi, penadah barang curian ikut diangkut polisi. “HPnya merek OPPO saya beli dari Amek seharga Rp 1,3 juta,” timpal Andi. Sementara Ucok dan Kamal, pelaku curanmor. Motor yang dicuri tahun lama, dijualnya Rp 350 ribu.
“Dari dua Laporan Polisi (LP) jambret dan curanmor, berhasil kita tangkap 4 tersangka ini,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, AKBP Arie Darmanto.
Arie menyebut, para pelaku mengambil barang seseorang yang melakukan pemaksaan ataupun perampasan dan kekerasan. “Modusnya saat orang bermain HP dengan menggunakan kendaraan baik yang dibonceng maupun sedang mengendarai dirampas oleh pelaku,” sebut Arie.
Katanya, empat pelaku ini keterkaitannya saling berhubungan. Mulai dari yang mengambil HP kemudian menerima hasil (HP). Dan ada yang curanmor kemudian ada juga yang menerima barang hasil curanmor. Barang bukti yang diamankan dari pelaku senjata tajam sekitar 50 sentimeter panjangnya, kemudian HP,” jelasnya.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga menambahkan, sebagian besar Tempat Kejadian Perkara (TKP)nya di wilayah Batamcentre. 4 TKP itu diantaranya depan Hotel AC, depan BCS Mall, Vihara Windsor dan Hotel Merlin Pelita.
“Curanmor di 2 TKP di Mushola Hidayatullah, Baloi Centre,” timpal Erlangga. Sasaran begal, lanjut dia adalah perempuan dan anak sekolah.
“Kalau nggak ibu-ibu atau anak sekolah menggunakan jalan atau sambil dibonceng jadi korbannya,” tambah Erlangga.(cnk)