Kesehatan

Jujitsu Tidak Hanya Olahraga Tapi Juga Penunjang Profesi

Shihan Mahesa Arba selfie bersama peserta UKT Gelombang I.

BATAM, POSMETRO.CO : Banyak bibit atlet di Batam. Khusus dalam cabang beladiri jujitsu, cikal bakal atlet nasional itu akan lahir dari perguruan Indonesia Spider Jujitsu (ISJ). Inilah yang terucap oleh Guru Besar ISJ, Shihan Mahesa Arba SH saat hadir pada acara Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) siswa ISJ se-Kota Batam, Sabtu-Minggu, 28-29 September 2019 di Batam.

“Kedatangan saya ke Batam ini sekaligus mencari bibit-bibit atlet,” kata Mahesa di depan 68 peserta UKT. Mahesa optimis, sebab banyak jujitsan (siswa ISJ) masih dalam rentang usia emas. Mereka pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah. “Sangat besar peluang kita semua yang ada di sini, nantinya akan membela Indonesia di event-event internasional. Semisal, Asian Games dan SEA Games,” kata dia.

Selain pendiri ISJ, saat ini Mahesa juga diamanahkan sebagai Manager Timnas Jujitsu Indonesia untuk SEA Games mendatang. Sebelumnya, jabatan yang sama juga dipercayakan pada Mahesa saat Asian Games lalu.

“Untuk ke depannya, saya akan sering ke daerah-daerah untuk mencari atlet,” sebutnya. Beberapa kejuaraan di luar SEA Games dan Asian Games, kata dia, juga sudah banyak menanti. Termasuk kejuaraan Asia untuk tingkat pelajar. “Jadilah bagian dari generasi yang berprestasi,” pesannya.

Pada UKT kali ini, peserta terdiri dari sejumlah dojo atau tempat latihan. Diantaranya: Dojo Metro, Dojo Batu Batam, Dojo Batam Fighter Club (BFC), Dojo Kenacha, Dojo SDN 008 Sekupang, dan Dojo Khusus Pelabuhan Internasional Batam Center.
Ujian kenaikan sabuk digelar di lapangan terbuka. Mahesa mengaku bangga pada semangat jujitsan Batam. UKT kali ini diikuti oleh peserta dari usia 6 hingga 50 tahun.

“Ternyata umur tidak menjadi halangan bagi kita untuk berlatih jujitsu,” sebut Mahesa.
UKT kali ini juga diikuti oleh petugas keamanan Pelabuhan Internasional Batamcentre. “Ilmu beladiri jujitsu sangat cocok dipelajari oleh petugas keamanan,” kata Mahesa.

Banyak teknik yang bersifat melumpuhkan. “Tidak harus menyakiti,” imbuhnya.
Menyadari antusias dari puluhan petugas keamanan pelabuhan itu, Mahesa tidak hanya menguji teknik yang sudah dipelajari, tapi juga memberikan banyak teknik baru untuk melumpuhkan seseorang dengan cara yang sangat mudah.

“Jika kita mengetahui titik-titik lemah pada tubuh manusia, kita bisa dengan mudah melumpuhkan,” ujarnya.

Dedi, Komandan Regu A Petugas Keamanan Pelabuhan Internasional Batam Centre mengaku terperangah dengan teknik yang diajarkan Mahesa.

“Ternyata, besar pun otot kita, tapi kalau peganggan tepat pada titik yang tepat, kita bisa menjerit kesakitan,” ujar pria berotot ini. Hal ini membuatnya semakin semangat mempelajari ilmu beladiri jujitsu.

Selain sebagai bekal beladiri, sejauh ini, ISJ Batam juga sudah banyak berprestasi. Termasuk dalam dunia Mixed Martial Arts (MMA). Pekan lalu, Hadi, siswa ISJ Batam berhasil menang dengan mudah di laga One Pride MMA. Pada ajang yang ditaja televisi swasta nasional itu, Hadi menang di ronde pertama dengan teknik kuncian. Lawannya menyerah.

“Ilmu saya belum seberapa, saya masih ingin terus berlatih,” kata pemegang sabuk hijau ISJ ini.

Hendrik Kenzo, seorang pelatih ISJ Batam menyebut, UKT kali ini tidak diikuti oleh semua jujitsan di Batam. “Yang ikut ujian naik sabuk hanya jujitsan yang dapat rekomendasi dari pelatih. Artinya, hanya siswa yang benar-benar sudah menguasai teknik sesuai kurikulum ISJ saja yang diizinkan ikut UKT,” kata Kenzo.

Kenzo juga menyebut, saat ini, keberadaan tempat latihan ISJ sudah ada di semua kecamatan yang ada di Batam. “Silahkan datangi saja tempat latihan terdekat,” kata dia.

Selain untuk prestasi dan penunjang profesi, belajar jujitsu juga bagus untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Dengan rutin belajar jujitsu, postur badan juga menjadi ideal. Kenzo juga menyebut, berlatih jujitsu juga bagus untuk anak. Manfaatnya, anak terhindar dari aksi bully atau perundungan. Anak juga jadi disiplin dan memiliki mental yang bagus.(chi)