Bisnis

Dari Ngidam, Kini Punya Dua Gerai Ayam Geprek Jogja

Karyawan Ayam Geprek Jogja melihat kan menu kulit ayam  Legendaris. Foto: ESA

BATAM, POSMETRO.CO-Bermula dari ‘ngidam’ ayam geprek, kini usaha Ayam Geprek Jogja sudah punya dua gerai di Nagoya dan Tiban. Bahkan kini pengusaha muda ini berencana buka satu lagi gerai di Batam Center.

Cerita ispiratif itu begini. William berjalan-jalan di Jogyakarta. Ia mengunjungi saudaranya yang kuliah kedokteran di Universitas Gajah Mada. Saat di sana dia mampir ke rumah makan ayam geprek. Ternyata enak. Rasa ayam dan sambal pas dengan lidahnya.

Selang waktu ia membeli lagi. Dia merasakan lagi ayam goreng yang dilumuri tepung dan cabe itu. “Rasanya itu asin dan pedas,” kata William, pemilik Ayam Geprek Jogja membuka cerita kepada POSMETRO.CO pada Sabtu siang (28/9/2019) di Nagoya, Batam.

Dia pun pulang ke Batam. Eh, suatu hari ia kepingin sekali dengan ayam geprek di Jogyakarta itu. “Kepinginnya itu mungkin seperti orang ngidam,” tegasnya.

Akhirnya Wiliam mencoba membuat sendiri. Membeli ayam dan bahan sambal dan sebagainya. Tapi rasanya gak enak. “Ada puluhan kali saya coba meracik sendiri. Yang pertama rasa gak enak banget. Setelah dapat rasanya, baru saya suruh istri memakannya,” terang lelaki berusia 37 tahun itu.

Ayam Geprek Jogja. Foto:ESA

“Setelah makan, istri saya bilang,”Sudah buka saja warung ayam geprek,” tambah William mengulangi perintah istrinya.

Pada tahun 2017 silam, Wiliam memberanikan diri membuka gerai di rukonya di samping Lucky Plaza, Nagoya. Dia beri nama: Ayam Geprek Jogja. “Pertama kali buka, tidak ada yang beli. Hanya bapak saya yang beli waktu itu,” ingat Wiliam.

Tapi supplayer walding itu tak patah arang. Dia terus berjuang. Hari-hari berikut sudah mulai berdatangan para tetangga. Mereka membeli ayam geprek. Kian hari kian ramai pembeli. Pengunjung bukan saja para tetangga tapi sudah warga Nagoya.

Ada yang unik dari Ayam Geprek Jogja ini. Beda dengan ayam geprek umumnya. Daging ayam disajikan dalam bentuk disuwir-suwir. Bukan potongan utuh seperti paha, atau dada.

Begitu juga telur mata sapi. Berbentuk bulat padat. Tidak ceper seperti kita memasak atau ceplok telur di warung makan. Tampilan telurnya sangat menarik. “Dan sambalnya ada varian level. Mulai dari level satu sampai 10. Tergantung pelanggan minta yang mana. Nanti akan dibuatkan,” terang William.

Untuk saat ini menu utama di gerai Ayam Geprek Jogja masih itu. Yakni ayam geprek komplit. Terdiri dari nasi, ayam geprek, telur mata sapi, plus bakwan. Lalu, ayam sambal matah Bali, Ayam penyet bumbu Jogja dan kulit ayam legendaris.

Selain itu ada juga mie keriting goreng, mie Singapura, dan nasi goreng. Serta menu minuman Markisa es, jeruk nipis, lemon tea dan lain-lain.

Usaha milik William terus berkembang. Pada bulan April 2019 dia membuka cabang di Tiban Center. Dan gerai Ayam Geprek Jogja juga ramai. “Rencana pada tahun ini saya mau buka lagi di sekitar Batam Center,” kata William yang mengenakan kaos bolong abu-abu.

Ayam Geprek Jogja ini juga sudah ada di aplikasi Gojek. Atau bila ingin merasakan ayam gepreknya bisa menghubungi lewat telepon 0778-459 134.(esa)