Batam

Sempat Ditolak Warga, Pemasangan Box Culvert Hampir Rampung

Pemasangan box culvert menggunakan alat berat. (posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Sebelumnya, warga Perumahan Griya Batuaji Asri, Kecamatan Sagulung menolak pembangunan box culvert di bawah jalan Putri Hijau. Penolakan tersebut karena warga khawatir akan terjadi banjir di komplek perumahan mereka, khususnya yang tinggal di RW 20, RW 18 dan RW 16.

Meski warga sudah berusaha keras menyampaikan aspirasinya, jajaran Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam tetap melakukan pemotongan badan jalan. Kini, jalan berukuran 10 meter × 4 meter itu sudah digali untuk dipasang box culvert.

“Mau gimana lagi dibilang, kalau ini yang terbaik, warga pun hanya bisa mendukung,” ucap Harmi (47) warga sekita.r

Harmi mengatakan, jalan Putri Hijau merupakan pembatas Perumahan Griya Batuaji Asri dan Perumahan Putri Hijau. Selama ini, warga Perumahan Putri Hijau tak pernah mengeluh soal banjir.

Bahkan dulunya, kedua perumahan itu memiliki drainase tersendiri.

“Yang mengeluh banjir adalah warga Perumahan Griya Batuaji Asri. Dengan adanya box culvert ini, maka aliran air dari Perumahan Putri Hijau akan mengarah ke Perumahn Griya Batuaji Asri, mereka khawatir akan terjadi banjir di kompleknya, belum lagi kalau air laut sedang pasang,” terang Harmi.

Sepengetahuan Harmi, pengerjaan box culvert sudah dimulai sejak Jumat (13/9) lalu. Awalnya, warga menghalau alat berat dengan maksud menolak pengorekan jalan. Akan tetapi penolakan itu tidak membuahkan hasil, operator alat berat tetap melakukan pengorekan jalan aspal.

“Awal pengerjaannya diawasi oleh petugas kepolisian dan Satpol-PP, penolakan warga pun tidak berlangsung lama,” ucapnya.

Selanjutnya, Harmi berharap agar pemasangan box culvert cepat selesai. Hal itu karena pemasangan box culvert turut mengganggu akses jalan, sebab jalan Putri Hijau merupakan penghubung ke beberapa perumahan yang ada di sekitar Putri Hijau.

“Pengguna jalan ini cukup ramai, bahkan sampai ribuan tiap harinya. Oleh karena itu, pengerjaan harus dikebut,” tutupnya.

Pantauan di lapangan, Selasa (17/9), pengerjaan box culvert masih berlangsung. Setidaknya ada dua alat berat yang beroperasi di lokasi. Saat pemasangan box culvert, akses jalan terpaksa dialihkan. Warga yang ingin keluar masuk dari kompleknya harus melintas melalui gang perumahan.

Terpisah, Hardianus, Sekretaris Camat Sagulung, mengatakan warga harus terus mendukung pembangunan drainase di Kecamatan Sagulung. Pemasangan drainase ini salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi banjir yang sering dikeluhkan warga.

“Pemasangan box culvert sudah sesuai prosedur dan tak bakal ada warga yang akan dirugikan. Namun berapa lama waktu pengerjaannya, silahkan koordinasi ke Bina Marga,” ucapnya.(jho)