Karimun

Perwakilan Syiah Tolak Tandatangani Pakta Integritas 

Suasana rapat ormas dan OKP Islam terkait penolakan ajaran syiah di Karimun yang digelar di Kantor Bupati Karimun (Selasa 17/9) pagi. (posmetro.co/dok)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Pemerintah Kabupaten Karimun menggelar rapat tertutup terkait penolakan dari masyarakat Islam Kabupaten Karimun terhadap ajaran Syiah di Kabupaten Berazam. Hanya saja, mediasi yang dilakukan pemerintah berakhir buntu.

Perwakilan Yayasan Nainawa yang disebut-sebut mengembangkan ajaran Syiah di Kabupaten Karimun menolak menandatangani pakta integritas yang dibuat atas kesepakatan bersama Ormas Islam yang menolak faham Syiah di Karimun.

Dalam rapat yang dihadiri MUI kabupaten Karimun dan sejumlah Ormas Islam ini tidak menemui hasil yang optimal hingga rapat berakhir sekitar pukul 11.00 WIB.

Bupati Karimun, H Aunur Rafiq yang dikonfirmasi posmetro.co mengatakan, pemerintah dalam hal ini merupakan mediator dalam penyelesaian permasalahan atas tuntutan masyarakat Islam beberapa hari lalu.

Rafiq juga menyatakan, rapat yang dihadiri enam perwakilan dari Yayasan Nainawa, MUI Kabupaten Karimun, perwakilan Kemenag dan ormas Islam di Kabupaten Karimun meminta agar pihak Yayasan Nainawa yang menyebarkan faham syiah untuk mendatangani pakta integritas yang berisi lima poin penolakan dari Ormas Islam, termasuk menghentikan kegiatan yang akan dilakukan pada 22 September 2019.

“Namun hasilnya pihak Yayasan Nainawa keberatan untuk menandatangani, bahkan dari MUI Kabupaten Karimun sudah menyatakan menolak kegiatan yang dilakukan di Yayasan Nainawa. Dan meminta untuk menghentikan dan tidak menyebarkan secara luas kegiatan tersebut sesuai poin dari pakta integritas,” ujar Rafiq.

Dijelaskan MUI, Kabupaten Karimun dalam rapat tadi sudah dengan tegas menolak ajaran syiah di bawah Yayasan Nainawa.

“Atas dasar itu, nanti kami akan teruskan ke MUI pusat dan kementerian agama pusat terkait gejolak ini,” ujar Rafiq.

Rafiq juga meminta agar masyarakat Islam untuk tetap menjaga Karimun tetap kondusif, dan meminta pihak Yayasan Nainawa untuk tetap menghargai tuntutan ormas-ormas Islam ini.

“Sehingga tidak terjadi permasalahan yang kita tidak inginkan yang memicu kondisi Karimun jadi tidak kondusif. Untuk itu kita meminta untuk saling menghargai. Pihak syiah untuk menghargai dengan tidak melaksanakan kegiatan, begitu juga dengan ormas Islam untuk tidak membuat gerakan yang dapat membuat tidak kondusif. Mari sama-sama kita jaga daerah kita,” tegas Rafiq.(ria)