Batam

3 Pria Pembakar Lahan Ditangkap Polisi

Pelaku pembakar lahan diamankan di Mapolresta Barelang. (posmetro.co/ddt)

BATAM, POSMETRO.CO: Parang dan celurit menjadi barang bukti untuk mengantarkan Omar Jetroy Tambunan (27), Andi (33) dan, Ilbi Rinaldi (23) ke sel tahanan. Barang bukti lainnya berupa rokok dan mancis menguatkan kesalahannya.

Mereka bertiga harus meringkuk di hotel prodeo karena kelalaiannya, membuka lahan dengan cara dibakar. “Mereka ditangkap di waktu dan tempat yang berbeda,” kata Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rahmat Purboyo.

Selasa (3/9), tim Patroli Polsek Galang melihat asap mengepul di sekitaran Sijantung – Jembatan Lima Barelang, Kecamatan Galang. Api sudah meluas, membakar pohon-pohon di kebun Bukit Bismillah. “Sengaja dibakar untuk membuka lahan perkebunan,” katanya lagi.

Tim Patroli Polsek Galang yang melihat kejadian tersebut melaporkan kejadian ini ke Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati. Anggota polisi mendatangi lokasi tersebut dan mengajak masyarakat sekitar membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Yang membakar itu OJT (Omar Jetroy Tambunan),” sebutnya.

Seminggu usai kejadian tersebut, Polsek Galang kembali mendapat laporan ada kebakaran di lahan jalan Sembulang, Galang. Lagi-lagi, kebakaran tersebut akibat disengaja oleh Andi untuk membuka lahan perkebunan. “Lahan yang terbakar sekitar dua hektare lebih,” ujarnya.

Sebelumnya, Polsek Sekupang juga menangkap satu orang tersangka pembakaran lahan di belakang Komplek Kesehatan RT 01 RW 01 Kelurahan Tanjung Pinggir, Sekupang. “Mereka ini hanya para pekerja. Mereka diupah,” ungkapnya.

Akibat perbuatan tiga pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini terancam hukuman 15 tahun penjara. Mereka dijerat oleh tiga Pasal. Yakni, Pasal 78 ayat (3) atau (4) Undang-undang nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan. Pasal 108 Undang-undang nomor 32 tentang Lingkungan Hidup. Dan Pasal 187 KUHP yang menyatakan, barang siapa  dengan sengaja  menimbulkan ledakan, kebakaran atau  banjir diancam  pidana penjara.

“Kami terpaksa melakukan tindakan hukum,” ujarnya.

Prasetyo juga menyebut, BMKG menemukan banyak titik api di daerah Barelang. Namun, Batam masih dinyatakan aman dan masih berada diambang normal.

“Di tengah musim kemarau panjang ini dimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.

Sementara Omar Jetroy Tambunan kepada polisi mengaku disuruh oleh orang bernama Junaidi. Ia diperintahkan untuk membabat pohon di kabun milik Junaidi. “Saya diajari. Katanya nanti setelah selesai, bakar saja. Saya diupah Rp 200 ribu,” sebutnya.

Sama halnya dengan Andi. Ia diupah Rp 500 ribu untuk membuka lahan. Ia disuruh orang bernama Asun. Informasinya, Asun merupakan pemilik PT Batam Mitra Sukses.

“Kalau saya diajak kawan untuk kerja. Disuruh Sutarno (diduga pemilik lahan) bersihkan lahan. Belum digaji. Terbakar pun karena tidak sengaja kena api rokok,” kilahnya.(ddt)