Batam

Pasar TPID Batam Siap Dibuka 21 September

Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau. posmetro.co/ist)
BATAM, POSMETRO.CO: Rencananya Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan diresmikan 21 September pekan depan oleh Wali kota Batam. Sebelumnya peresmian akan dilakukan 16 September ini namun diundur usai dibukanya Masjid Sultan Mahmud Riayat Shat, 20 September nanti.
“Ada perubahan jadwal jadi tanggal 21 September diresmikan. Mensesuaikan jadwal pejabat yang hadir nanti makanya kita undur,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, Minggu (15/9)
Selain Wali kota Batam, ada juga pejabat dari Kementerian Perdangan (Kemendag) RI yakni Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dari Kemendag RI, lalu Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB).
“Persiapannya dah 100 persen tinggal diisi dan diresmikan,” ujar Gustian.
Pihaknya mengaku serius dengan mengembangkan Pasar TPID ini. Bukan saja mengontrol harga komoditi tapi harga yang ditawarkan juga lebih rendah jika dibandingkan pasar pada umumnya. Namun juga akan didukung transaksi online, tanpa menghilangkan transaksi langsung yang juga masih dilakoni masyarakat.
“Sasaran kami transaksi non tunai. Jadi kami kerjasamakan dengan perbankan,” kata mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam itu.
Tidak hanya itu, pihaknya juga tengah menyiapkan konsep pesan antar bagi masyarakat yang tidak sempat ke pasar. Namun terobosan ini perlu dipersiapkan secara matang, sebelum diterapkan. Sehingga, berjalan lancar dan aman nantinya.
“Setelah beroperasi langkah ke depan, kami akan buka pesanan online, bisa diantar ke rumah pembeli. kalau masyarakat sibuk bisa pesan dan tambah biaya antar, kan memudahkan ibu-ibu,” jelasnya.
Ia menyampaikan, pasar tidak hanya diisi distributor, dalam pasar ini bergabung pedagang-pedagang dar asosiasi pedagang kaki lima (AKLI). Meskipun, bukan distributor akan tetapi harga yang dijual pedagang-pedagang ini disebut akan murah dibanding pasar pada umumnya.
“Selain Bapok (bahan pokok) kita juga aja juga asosiasi AKLI. Pedagang ini akan pakai seragam, biar rapi tidak semrawut,” imbuhnya.
Gustian menambahkan, dengan harga terjangkau tentunya bisa menekan angka inflasi di Kota Batam. Skala prioritas pasar ini yakni masyarakat ekonomi menengah ke bawah.
“Karena pengaruh besar inflasi di situ. Pihak distributor sudah tahu siapa yang akan mereka terima untuk membeli di sana. Tak boleh beli banya. Pembeliannya yang wajar saja, untuk kebutuhan rumah tangga, supaya merata,” ulasnya.
Terpisah, Ketua Distributor Bapok Batam, Aryanto menyebutkan, tiap kios dan lapak yang disediakan akan menjual satu jenis bahan pokok. Sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapat bahan pokok yang dicari.
“Setiap kios dan lapak jual seperti beras, gula, tepung, sayuran dan minyak serta bahan pokok yang lainnya juga ada,” urai Aryanto.(hbb)