Karimun

Pantai Pongkar Abrasi, Pohon dan Gazebo Tumbang

Gazebo dan pepohonan yang hancur di Pantai Pongkar, akibat abrasi. (posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Pantai Pongkar yang merupakan tempat obyek wisata di Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun mengalami abrasi. Pantai yang pernah dikenal dengan pasir putihnya itu, kini seakan tak terawat.

Posmetro.co yang mengunjungi lokasi, Rabu (11/9) pagi, terlihat sebagian bibir pantai mengalami abrasi, rusak parah. Sejumlah tempat duduk dan gazebo yang dibangun pun luluh lantak. Banyak yang tumbang dan tinggal puing.

Tampak juga tiga pohon tumbang hingga akarnya tercabut. Kondisi ini terjadi sejak sebulan ini. Abrasi bibir pantai ini terjadi hingga 100-an meter di bagian kanan pantai.

“Sayang pantai ini punya daya tarik, tapi rusak seperti ini,” ucap salah seorang pengunjung pagi itu.

Ia juga menyatakan kalau tidak segera diatasi, abrasi akan terus terjadi. Saat ini bibir pantai yang sudah tergerus air laut diperkirakan mencapai 1 meteran dari bibir pantai sebelumnya.

“Sekitar satu meteran lah yang sudah rusak,” ucap warga sekitar yang juga sedang berada di lokasi.

Menurutnya, lokasi Pantai Pongkar memang merupakan lahan imiliki warga, namun lokasi pantai ini sudah menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Karimun. Pasir putih, ditambah suasana yang nyaman menjadi daya tarik tersendiri.

“Bukan hanya tamu lokal yang sering berkunjung ke sini, tapi tamu asing juga senang menikmati Pantai Pongkar, sayang kalau dibiarkan rusak begini,” tambahnya.

Terpisah, Kades Pongkar, Zahir yang dihubungi POSMETRO.CO,  menyatakan saat ini pihaknya sedang mencari solusi untuk segera mengatasi abrasi yang terjadi di pantai tersebut.

“Kita sudah koordinasi ke pemilih lahan, kemudian ke dinas PU terkait untuk perbaikan tersebut,” ucap Zahir.

Ia juga menyatakan abrasi di Pantai Pongkar kerab terjadi setiap tahunnya, namun kerusakan yang terparah terjadi saat ini.

“Tiap tahun kerab terjadi, karena air pasang dan ombak yang besar, tapi tahun ini rusaknya cukup parah,” tambahnya.
Pihaknya pun terus melakukan kordinasi untuk dapat melakukan perbaikan objek wisata tersebut. Menurutnya dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk perbaikannya.(ria)