Lingga

Banyak Pemilik Kios ‘Simpan’ Minyak, Daik Langka BBM

Petugas saat menyidak tempat BBM di Daik. (posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Tim Pengendalian dan Pengawasan Bahan Bakar Minyak (TPP BBM) di wilayah Kecamatan Lingga melajutkan Inspeksi Mendadak (Sidak), Selasa (10/9). Karena selama ini masyarakat kesulitan mendapatkan BBM di wilayah Daik.

Kabid Trantibum Satpol PP, Indra Jaya Saputra menuturkan, pihaknya mendapat keluhan dari masyarakat terkait tidak adanya minyak tanah dan premium di Daik dan sekitarnya. Karena itu, pihaknya melakukan Sidak di beberapa agen minyak di wilayah Kecamatan Lingga.

“Inspeksi mendadak kami lakukan bersama tim, langsung menuju agen besar yang ada di wilayah Daik, dan mengecek langsung gudang BBM. Takutnya ada yang menimbun,” ungkap Indra Jaya, Selasa (10/9).

Tempat yang dituju, kata pria yang cukup familiar ini adalah Desa Nerekeh, Desa Panggak Laut, dan Kelurahan Daik. Ada lima agen besar yang menjadi sasaran yang kerap menjadi keluhan masyarakat.

“Hasil dari sidak kami bersama tim, tidak ada agen yang menimbun BBM alias nihil, baik itu minyak tanah ataupun premium. Kita langsung melajutkan pengecekkan di setiap gudang BBB milik agen,” kata Indra lagi.

Katanya lagi, pada saat sidak oleh TPP BBM, ada gudang dalam keadaan tutup dan tidak beroperasi namun masih terdapat stok BBM yang belum dijualkan kepada masyarakat, minyak tanah kepunyaan saudara Tumpang, belum diambil dari gudang Amar.

“Kita mengingatkan pada pemilik gudang supaya menjual habis seluruh stok BBM yang ada kepada masyarakat, apabila hal tersebut tidak dilakukan TP BBM akan mengambil tindakan tegas berupa pencabutan Izin Rekomendasi Penjualan BBM,” tegasnya.

Di kios BBM Samsuli, terdapat 18 drum solar, minyak tanah 1 drum, bensin 1 drum, ketika disidak kios dalam keadaan terbuka.

Gudang BBM milik Harun hasil dari pengecekan terdapat, solar, minyak tanah dan bensin nihil. Kalau di kios BBM milik Husin, solar nihil, minyak tanah 30 liter bensin 60 liter. Ketika kios milik Husin disidak, kios dalam keadaan buka namun tidak beroperasi masih terdapat stok BBM yang belum dijual kepada masyarakat.

“TPP BBM diberikan peringatan kepada pemilik kios agar menjual habis seluruh stok BBM yang ada kepada masyarakat, apabila hal tersebut tidak dilakukan, TP BBM akan mengambil tindakan tegas,” tegasnya.

Di kios BBB Dua Saudara di Jalan Istana Robat, ditemukan solar 7 drum, minyak tanah 25 liter, dan bensin 140 liter.

Dari analisa kami, kata Indra, kondisi kelangkaan BBM kususnya bensin dan minyak tanah di wilayah Kecamatan Lingga diakibatkan adanya keterlambatan angkut BBM dari Sungai Buluh.

Selain itu juga, kelangkaan BBM disebabkan dengan adanya oknum-oknum pemilik kios yang enggan menjual habis stok BBM yang ada. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil sidak yang dilakukan oleh TP BBM, bahwa masih terdapat stok BBM di kios-kios, serta pendistribusian dan penyaluran BBM yang tidak merata menyebabkan kelangkaan BBM di titik lokasi Kecamatan Lingga.

“Tujuan kami melakukan sidak bersama dengan tim untuk menyikapi kelangkaan BBM di Kecamatan Lingga,” imbuhnya.

Setelah melakukan sidak dia juga mengkhawatirkan, jika dalam satu minggu ke depan BBM tidak masuk ke Kecamatan Lingga akan berdampak tidak baik. Namun informasi terakhir dalam dua hari ke depan, BBM akan sampai ke Sungai Buluh.

“Kalau sekarang minyak tanah dan premium masih ada di kios BBM meski sudah tidak banyak lagi, sedangkan solar masih banyak,” tukasnya memberi kabar akhir kondisi BBM di Daik Lingga.

Tak tanggung-tanggung, ada lima titik kios distributor yang disidak oleh tim yang dipimpin Kabid Trantibum Satpol PP Indra Jaya Saputra, Kasi PPNS Satpol PP Taufik, dengan melibat Polsek Lingga, TNI AD, pihak kecamatan, serta instansi terkait di Pemkab Lingga.(mrs)