Batam

Jamaah di 5 Negara Hadiri Pengajian Nur Mutiara Makhriffattullah

Pimpinan Yayasan Nur Mutiara Makhriffattullah, Ahmad Minnallah Aminullah (kanan) saat bercengkrama dengan jamaah. (posmetro.co/red)

BATAM, POSMETRO.CO: Ratusan jamaah menghadiri pengajian yang diselenggarakan Yayasan Nur Mutiara Makhriffattullah. Selain dari sejumlah kota di Indonesia, para jamaah datang dari berbagai negara-negara di Asia Tenggara.

Pimpinan Yayasan Nur Mutiara Makhriffattullah, Ahmad Minnallah Aminullah alias Bang Hadi, Sabtu (7/9) di Planet Holiday Hotel, mengatakan, pengajian ini sudah lama terbentuk sejak tahun 1991, hanya karena beberapa hal kendala dalam pengurusan dokumen legalitasnya, yayasan ini akhirnya dapat didaftarkan di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia melalui Notaris Susilowati yang berkantor di bilangan Batamcentre.

Dijelaskan Bang Hadi, selain dari Indonesia, jamaah yang datang berasal dari Thailand, Singapura, Malaysia dan Brunai Darussalam. Mereka menginap di dua hotel, yakni; Di Grand Eska dan Planet Holiday Hotel.

Kegiatan ini merupakan temu ramah, silaturahmi antar grup antar sesama ahli dari grup kajian jamaah Nur Mutiara Makhriffattullah. Antusiame para jamaah untuk menghadiri acara tersebut juga cukup tinggi. Ada yang jauh-jauh hari datang. Direncanakan acara akan berlangsung tiga hari, Sabtu hingga Senin.

“Gemanya cukup besar. Nanti, jamaah dari lima negara ini juga bertukar cindramata dan pengalamam,” ujarnya menjelaskan salah satu sesi acara tersebut.

Ia menjelaskan, selama ini antar jamaah hanya berkomunikasi melalui grup jejaring dan menonton kegiatan pengajian via youtube. Dan baru kali ini pertemuan ini digelar. “Tidak pernah jumpa selama ini, hanya berjumpa di grup saja dan mereka hanya melihat di youtube saja,” ucapnya.

Untuk lokasi pengajian juga tersebar di beberapa daerah di Indonesia dan luar negeri, di antaranya seperti di Surabaya, Kalimantan Timur, Palangkaraya, Medan, Kuala Lumpur Malaysia, Bukit Datuk Singapura, Pangkalan Berandan di Gebang, Hotel Bumi Wiyata Depok dan Pontianak.

Di dalam kesehariannya, meski jamaah memanggilnya dengan sebutan Tuan Guru, namun pria flamboyan ini menolak sebutan tersebut. “Panggil Bang Hadi saja, jangan Tuan Guru,” katanya merendah.

Ia pun sedikit menjelaskan materi pembahasan dalam pengajian yang ada di Yayasan Nur Mutiara Makhriffattullah, seperti mengenal siapa itu diri, bagaimana mengenal diri, bagaimana kaidah mengenal diri.

“Dulu kan ilmu ini ditutup-tutupi tidak boleh belajar, selalu sesat-sesatkan orang,” ucapnya.

Ia juga menilai adanya fenomena pengajian yang kebanyakan monoton membahas satu kajian saja, misalnya ada pengajian makrifat tidak membawa syariat, yang syariat itu menolak hakikat, yang syariat itu tidak mau tahu makrifat. Dan yang makrifat tidak membawa syariat.

“Ini yang salah. Jadi pengajian-pengajian seperti torikat ini, torikat itu, hakikat ini hakikat itu, dia hanya mempelajari syariat saja. Ada juga torikat dia pelajari hanya syariat saja. Nah, kami dari Yayasan Nur Mutiara Makhriffattullah, membawa ilmu syariat, torikat, hakekat, makrifat, kalam, musyahda dan qoid. Ada tujuh ilmu yang dipelajari di Yayasan Nur Mutiara Makhriffattullah,” imbuhnya.

Ditanya, apa persyaratannya bila ingin bergabung di pengajian ini. Bang Hadi mengatakan, untuk yang ingin bergabung dengan Yayasan Nur Mutiara Makhriffattullah tidak membayar, tidak ada syaratnya, tidak ada mahar.

“Yang mana syaratnya sebagaimana hukum Islam, syariat Islam melaksanakan hukum Islam rukun Islam sebagaimana yang dibawa Rasulullah, sebagaimana diajarkan Rasulullah, sebagaimana dia mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat, dia puasa, dia berzakat, apabila mampu menjalankan ibadah haji,” tutupnya.(red)