Lingga

Buka Lapangan Kerja Melalui UKM Lingga

Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar. (posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Sudah menjadi program Wakil Bupati Lingga untuk memaksimalkan produktifitas badan-badan usaha yang ada di wilayah pedesaan se-Kabupaten Lingga terutama badan usaha mikro.

“Selama ini usaha masyarakat baik di bidang perikanan maupun pertanian belum dapat terakomodir secara maksimal disebabkan oleh berbagai macam hambatan baik deri segi finansial maupun tenaga ahli,” ungkap Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar, Minggu (8/9).

Dikatakan, konsep pemikirannya tentang perberdayaan ekonomi masyarat di Kabupaten Lingga. Mengenai pemberdayaan ekonomi masyarakat mikro, itu dapat dituangkan atau direalisasikan melalui Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di tiap desa kelurahan, baik di bidang pengolahan hasil perikanan, pengolahan hasil pertanian, kerajinan dan usaha ekonomi mikro lainnya.

“Semua dapat disinergikan dengan Bumdes dan BUMD kita yang ada, kita mentargetkan setiap desa akan mengeluarkan satu produk sesuai dengan karakternya masing-masing,” terang dia.

Dia mencontohkan, kegiatan kerajinan masyarakat sudah dimulai di beberapa desa di Kabupaten Lingga seperti Desa Keton Kecamatan Lingga Timur, dengan kerajinan lekarnye, limbah sagu yang dijadikan sabun cair dan sabun batang untuk cuci piring.

Kalau di Desa Merawang Kecamatan Lingga, sambung Nizar, kerajinan resam dijadikan topi, Kelurahan Senayang untuk gula tarek dari bahan air kelapa, Desa Bukit Harapan Kecamatan Lingga Utara dengan kulit gonggong dijadikan bunga. Dan baru-baru ini di Desa Bukit Belah dilakukan pelatihan oleh Dinas Sosial Kabupaten Lingga.

“Untuk rumput purun kita harapkan menjadi inovasi baru pengganti kantong kresek. Masing-masing desa dapat menunjukkan potensi yang akan menjadi nilai ekonomis nantinya,” sebut dia.

Wakil Bupati Lingga juga berkomitmen menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi putra-putri Kabupaten Lingga melalui sektor swasta, yang mengarah pada peningkatan ekonomi tentunya.

“Dengan berjalanya seluruh badan usaha mikro yang dibentuk, maka secara otomatis akan membuka peluang kerja bagi masyarakat di Kabupaten Lingga,” imbuhnya.

Tambahnya lagi, untuk mewujudkan hal itu tentunya harus dibarengi dengan kinerja aparatur pemerintahan, baik di desa, kelurahan dan OPD terkait juga badan-badan usaha yang saling bersinergi.

“Jadi sinergi antar pihak terkait sangat dibutuhkan dengan memanfaatkan potensi yang ada di setiap desa. Semoga apa yang kita paparkan ini akan membuahkan hasil yang ekonomis buat masyarakat, serta akan membuka lapangan pekerjaan buat masyarakat itu sendiri,” imbuhnya.(mrs)