Lingga

Turnamen Gasing Lingge Kembali Digelar

Apit Lempang tim Robat A melakukan pemangkahan gasing KGL II di Lapangan Puan Aura Desa Merawang Kecamatan Lingga. (posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Sebanyak 16 regu tim Gasing Lingge tingkat dewasa beradu kepiawaian di Lapangan Puan Aura Desa Merawang Kecamatan Lingga, Sabtu, (7/9).

Kegiatan yang ditaja Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Kabupaten Lingga bersama Panitia Persatuan Permainan Rakyat Tradisional (P3RT) Lingga dan Komunitas Gasing Lingge (KGL), dalam pelestarian sekaligus sosialisasi di wilayah Kecamatan Lingga.

Pembukaan dibuka secara resmi oleh Ketua P3RT Kabupaten Lingga, Aryanto tersebut dihadiri Ketua Umum LAM Kepri Kabupaten Lingga, Dato H. Muhammad Ishak dan Wakil Ketua II LAM H. Nadar, undangan serta para tim gasing yang berada di wilayah Daik.

Ketua P3RT Kabupaten Lingga, Aryanto berpesan, kegiatan ini sebelumnya dilaksanakan di Desa Kudung, Kecamatan Lingga Timur.

“Dalam permainan tolong jaga sportifitas dalam bermain, jangan sampai ajang silaturahmi dalam permainan ini menjadi perpecahan antar sesama komunitas,” ujarnya.

Kepada Ketua LAM Kepri Kabupaten Lingga Aryanto juga mengabarkan, ke depan pada HUT Kabupaten Lingga ke-17, P3RT dan KGL sudah intens membicarakan untuk pemutaran 1.000 Gasing Lingge pada hari bersejarah tersebut.

“Kami sudah intens sekali membicarakan pemutaran seribu gasing dengan seribu tali alit. Kita akan coba libatkan adik-adik kita yang duduk di bangku SD, SMP, SMA sederajat dan pemain dewasa,” kata Aryanto lagi.

Menurut dia, sejak Permaianan Gasing Lingge sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Untuk warisan budaya yang sejak dulu dimainkan di zaman Kesultanan Lingga wajib bagi anak Melayu Lingga melestarikannya.

Lagi-lagi, dia berpesan, dalam bermain jangan terlalu larut, jangan sampai adzan berkumandang masih bermain. Jangan sampai persoalan kecil menjadi perbincangan di luar sana, sehingga terkesan tidak baik.

“Jangan sampai permasalahan kecil, kita dicemooh di luar sana. Kita tidak ingin mendengar hal-hal yang negatif menjadi penilaian masyarakat kita. Tolong dijaga itu, sekaligus sportifitas dalam bermain,” imbuhnya.

Izam Sukri, salah satu juri pengadil di lapangan juga meminta pada seluruh tim yang akan bertanding dalam turnamen dapat bermain sesuai aturan yang sudah ada, serta sportifitas dalam bermain paling utama dalam bermain.

“Karena ini permainan dan masing-masing tim sudah tahu dengan aturan yang berlaku, maka masing-masing tim saling menjaga sportifitas supaya permainan berjalan lancar,” imbuhnya.

Pembukaan turnamen ini diawali dengan pemangkahan oleh Ketua P3RT dan Ketua II LAM Kepri Kabupaten Lingga, dilanjutkan dengan pertandingan perdana sebagai laga pembuka, antara juara bertahan Robat A vs KGL II.

Sebagaimana diketahui, panitia sudah mempersiapkan uang pembinaan bagi regu yang menjuarai pada turnamen selama 10 hari ini. Juara 1 Rp 5 Juta, Juara II Rp 3 Juta, Juara III Rp 2 Juta dan Harapan I Rp 1 Juta, masing-masing juga mendapat piagam penghargaan.(mrs)