Karimun

Kasus Prostitusi Villa Kapling Mencuat saat Karimun Berbenah

Deretan rumah di Villa Kapling dilihat dari atas. (posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Nama Villa Kapling, lokasi bisnis esek-esek yang sudah lama tak terdengar, kini kembali bikin heboh setelah diiamankannya wanita yang diduga pekerja seks komersial (PSK) oleh jajaran Unit PPA Polda Kepri pada Jumat (6/9). Kasus ini jelas mencoreng Kabupaten Karimun, yang kini menuju Kabupaten dengan pondasi Azam Iman dan Taqwa.

Dari penelusuran posmetro.co, dari sejumlah sumber di lapangan, lokasi Villa Kapling ini mulai dijadikan tempat para PSK sudah belasan tahun lamanya.

“Tahun 1995-an sampai di tahun 2003 tidak bisa disangkal bisnis protitusi marak di Karimun, namun saat itu di daerah Puakang,” ucap sumber posmetro.co Sabtu (7/9).

Dilanjutkannya, di sekitar tahun 2003, bisnis esek-esek itu dipindahkan ke Villa Kapling. Saat itu bersamaan dengan banyak protes dari masyarakat yang meminta praktek protitusi ini ditutup.

Saat itu sebelum pindah ke Villa Kapling, pemerintah pun turun tangan, bahkan razia pun dilakukan, hal ini menyebabkan ratusan PSK itu menyebar ke sejumlah titik. Ada yang mangkal di Pantai Pelawan ada di hotel-hotel. Bahkan sampai masuk ke perumahan warga.

Masih di tahun yang sama, para ‘wanita nakal’ itu mulainya ditempatkan di Villa Kapling. Mulanya tempat itu dijadikan peristirahatan para PSK. Saat itu, berbagai peristiwa pun sering terjadi di lokasi Villa Kapling mencuat. Mulai dari masalah mempekerjakan PSK di bawah umur hingga kasus perdagangan orang serta tipu daya dalam perekrutan PSK.

“Sama seperti yang diungkap Polda Kepri ini, ini seperti kisah lama yang kembali lagi,” tegasnya.

Dengan pengungkapan kasus protitusi oleh jajaran Polda Kepri, seolah menjadi tamparan keras di bumi berazam ini. Apalagi saat Kabupaten Karimun saat ini sedang terus berbenah dan terus meningkatkan azam Iman dan Taqwanya.

Posmetro.co yang mendatangi Villa Kapling Sabtu siang, masih tampak beroperasi seperti biasa. Sejumlah mobil masih terlihat parkir di sepanjang jalan perumahan berlantai dua itu.

Sementara di Villa bernomor 58 tempat penggerebekan 26 gadis belia terlihat tutup. Rumah bercat biru itu tak terlihat aktifitasnya. Pintu dalam keadaan tertutup. Sedangkan di sekitarnya masih terlihat gadis-gadis dan pria yang berdiri di depan teras dan sebagian masuk rumah-rumah yang masih difungsikan. Lalu, persis di tengah komplek berbentuk hurup O tersebut, sebagian rumah sudah tak difungsikan lagi. Bahkan terlihat mulai rusak tak terawat.(ria)