Batam

Akun Medsos Orang Batam Dipantau Mabes

Acara diskusi terkait ujaran kebencian dan hoaks yang dihadiri jajaran Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri belum lama ini di Batam. (posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Direktorat Tindak Pidana Siber  (Dittipidsiber) Bareskrim Polri hingga kini terus melakukan patroli di dunia maya. Sejumlah akun media sosial (medsos) dipantau. Tidak tutup kemungkinan Batam, Kepri juga disorot. Terlebih dalam waktu dekat ini, bakal ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Siber Bareskrim Polri memantau akun-akun yang selalu memberitakan tentang hoaks dan hate speech. Kita patroli di dunia maya ini se Indonesia. Bukan hanya Batam,” tegas Kanit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Irwansyah kepada posmetro.co, Jumat (6/9).

Lanjut Irwansyah, tujuan patroli siber itu bermacam-macam. Tapi tujuan utama menciduk penyebar hoaks dan ujaran kebencian (Hate speech).

Terkait sudah ada target akun medsos di Batam atau Kepri yang dipantau,  Irwansyah  mengaku untuk sementara ini belum ada. “Kalau kita sebut nanti orangnya jadi tahu. Namanya kan patroli,” jawabnya.

Namun pihaknya tetap melakukan sosialisasi hoaks dan hate speech ke seluruh wilayah Indonesia termasuk Batam. Sebelumnya dari Lombok, Lampung dalam waktu dekat ke Menado yang disinyalir sebagai daerah rawan hoaks dan hate speech.

“Yang diundang kampus-kampus, dengan harapan mahasiswa-mahasiswa ini apa yang didapat dari kita bisa kembali diteruskan ke teman-teman kampus lainnya. Jadi mereka ini adalah semacam perpanjangan tangan kita untuk menyebarkan informasi atau literatur yang kita punya,” harap Irwansyah.

Lanjut Irwansyah, berselancar di jagad maya, tim siber kini dengan mudah mendeteksi akun tersebut milik siapa. “Artinya kalau dulu kita mendeteksi sidik jari tangan orang kalau masuk database baru bisa diketahui identitasnya. Tapi saat ini kita juga kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini orang sudah punya e-KTP dan semua data sudah terdaftar termasuk wajah, sidik jari dan lainnya,” terang Irwansyah.

Kemudian, dalam mengindentifikasi akun medsos, pihaknya dengan mudah mengetahui identitas yang ditarget. “Jika sudah tertib e-KTP semua jadi mudah mencari tahu identitas seseorang,” akunya.

Dittipidsiber juga mengantisipasi perkembangan digital karena tindak pidana juga berkembang ditambah lagi Batam, berbatasan langsung dengan dua negara, Singapura dan Malaysia.

Kejahatan internasional bisa masuk ke Batam dan ke daerah-daerah perbatasan lainnya. “Misal perang dagang bukan tidak mungkin barang-barang yang masuk itu karena persaingan dagang dibuatkan semacam berita hoaks hingga tingkat penjualannya menurun,” tutupnya.(cnk)