Batam

Diimingi Permen Pria Tak Dikenal, Takut Diculik, Bocah SD Lari

Jajaran Polsek Batuaji mendatangi SDN 002 Batuaji. (posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Belum diketahui pasti, apakah murid berinisial KSN akan diculik atau tidak. Pastinya, siswi kelas 1 di SDN 002 Batuaji itu sempat ditawari permen oleh seorang pria tak dikenal. Anehnya, permen itu harus diambil ke rumah pria itu.

Informasi yang dihimpun POSMETRO.CO, peristiwa ini terjadi saat KSN hendak pulang ke rumahnya pada Sabtu(31/8) pukul 10.00 WIB. Lantaran rumah dekat, tepatnya ada di belakang sekolahnya, bocah tersebut memilih berjalan kaki sendirian.

Tiba di jembatan belakang sekolah, ada seorang pria yang menawarkan permen kepada KSN, namun bocah perempuan itu menolak. Bahkan saat pria itu menyentuh tubuh KSN, anak tersebut menepis tangan pria yang mengendarai motor itu.

“Kami sudah mengajarkan kepada anak-anak supaya tidak mau diiming-imingi oleh orang tak dikenal. Meskipun diberikan uang, permen dan lainnya,” ucap Linda, guru kelas di SDN 002 Batuaji menjawab posmetro.co terkait peristiwa tersebut.

Nah, karena teringat perkataan gurunya, KSN pun menolak iming-iming orang tak dikenal itu. Ketakutan, KSN berlari menuju rumahnya.

“Kejadian ini langsung dikasih tau kepada orang tuanya, lalu orang tua KSN memberitahukan kejadian ini ke pihak  SDN 002,” jelas Linda.

Tindakan selanjutnya, pihak sekolah mengeluarkan surat edaran supaya orang tua selalu memperhatikan anaknya, baik saat mengantar maupun saat menjemput anak.

“Pastikan anaknya masuk gerbang sekolah, baru orang tua bisa meninggalkan sekolah,” tutup Melinda.

Dengan adanya informasi ini, petugas Polsek Batuaji langsung mendatangi SDN 002 serta meminta keterangan dari pihak sekolah SDN 002.

“Kami sudah meminta keterangan dari pihak sekolah. Masalah penculikan atau nggak, kami belum bisa pastikan,” ucap Kompol Syafruddin Dalimunthe, Kapolsek Batuaji.

Syafruddin Dalimunthe melanjutkan, pihaknya juga sudah mendatangi jembatan penghubung sekolah ke Perumahan Griya Permai. Hal tersebut untuk mencari bukti-bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP), seperti rekaman CCTV atau hal lainnya.

“Kasus ini masih kami dalami lagi, apakah ada unsur penculikan atau nggak,”tutupnya.(jho)