Batam

Harmonisasi Suku, Agama Melalui Basembang Bercerite Kamtibmas

Polsek Sagulung mengadakan kegiatan “Basembang Bercerite Kamtibmas”, Sabtu (31/8). (posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Kecamatan Sagulung merupakan wilayah yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di Kota Batam. Di wilayah yang terdiri dari 6 kelurahan itu dihuni dari berbagai suku, ras dan keyakinan. Meski demikian, warga Sagulung tetap menjaga keharmonisan.

Untuk tetap menjaga keharmonisan tersebut, Polsek Sagulung mengadakan kegiatan “Basembang Bercerite Kamtibmas” yang dihadiri Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo. Acara yang digelar pada Sabtu (31/8) di Ruko Graha Sabina Jaya, Sagulung ini juga dihadiri para Upika, Toda, Tomas, Toga dan masyarakat Sagulung.

“Tujuan kita mengadakan acara ini untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Sagulung,” ucap Prasetyo.

Prasetyo mengatakan, warga Sagulung berasal dari beberapa suku, ras dan keyakinan. Bahkan, di kecamatan tersebut, jumlah etnis terbanyak berasal dari 34 provinsi.

“Inilah yang akan kita bangun agar memiliki toleransi yang kuat dan saling bahu membahu,” tuturnya.

Dalam pertemuan ini, warga juga menyampaikan keluh kesahnya seperti kenakalan remaja, keberadaan warnet beroperasi melebih jam operasional, serta gangguan kamtibmas lainnya.

“Kita turun ke tengah masyarakat untuk membicarakan permasalahan apa saja di wilayah Sagulung. Dan melalui tatap muka ini, akan kita cari solusinya hingga tercipta suasana yang aman dan tentram,” ucapnya lagi.

Prasetyo menyebut, masalah kenakalan remaja, orang tua harus selalu aktif dan menciptakan hubungan baik dengan anaknya. Bahkan jika anak tidak pulang sampai larut malam, maka orang tua harus mencarinya.

“Jangan dibiarkan anak bergaul dengan lingkungan tak sehat. Dan anak harus dibekali pola pikir dan kepribadian yang sehat,” imbuhnya.

Sedangkan masalah warnet yang menyalahi aturan, Prasetyo akan mendiskusikan dengan pihak terkait. Bisa jadi warnet tersebut akan dilakukan penertiban.

“Jika warnet sudah mengarah ke hal negatif, maka harus ditertibkan. Seharusnya warnet tempat menimba ilmu, bukan untuk main game dan ngumpul hingga terjadi tindak pidana di sana,” jelasnya.

Sementara terkait gangguan kamtibmas, Prasetyo mengatakan, Polri dan masyarakat harus tetap kerja sama. Sebab tanpa bantuan masyarakat, maka polisi tak akan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Harapkan kita, masyarakat dan Polri harus tetap kerja sama untuk menciptakan situasi aman dan kondusif,” tutupnya.

Di penghujung acara, para tokoh juga dipersilahkan untuk memberikan pertanyaan. Dan di acara penutup, warga dan petugas Kepolisian melakukan foto bersama sebagai momen kebersamaan.

“Saya berterima kasih kepada warga yang telah bersedia hadir. Saya juga bangga kepada mereka karena sudah menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sagulung,” ucap Kapolsek Sagulung.

Untuk selanjutnya, Kapolsek berharap agar kerja sama Polri dan masyarakat Sagulung tetap dijaga dengan baik. Dengan demikian, maka situasi aman dan kondusif tetap tercipta.

“Jika ada informasi, silahkan beritahu kami. Bersama masyarakat, maka polisi akan kuat,” pungkasnya.(jho)