Bisnis

Pelaku Ekraf Dapat Sosialisasi Platform Bekraf

posmetro.co/hbb

BATAM, POSMETRO.CO : Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sosialisasikan platform Bekraf Information System in Mobile Application (Bisma), kepada pelaku ekraf dalam kegiatan BIGGER di Aston Batam Hotel, Batam, Kamis (29/8).

Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Wawan Rusiawan mengatakan Batam kota ke tujuh pelaksanaan BINGGER di tahun ini setelah Bogor, Malang, Palembang, Padang, Banyuwangi dan Mataram. BIGGER merupakan program sosialisasi platform Bisma kepada pelaku ekraf di Indonesia.

Bisma sendiri merupakan platform bagi pelaku ekraf, mendaftarkan diri maupun usahanya ke database resmi Bekraf. Aplikasi ini dapat diunduh melalui android maupun ios atau melalui website Bisma di https://bisma.bekraf.go.id/.

“Bisma dibangun dengan tujuan mendukung kepentingan pemerintah memperoleh data mikro ekonomi kreatif, untuk menunjang perkembangan ekraf nasional,” ujar Wawan.

Lebih lanjut katanya kedepannya data ini dapat dijadikan acuan untuk menyusun berbagai program maupun kebijakan yang tepat, bagi para pelaku ekraf di masing-masing daerah. Keuntungan lain dengan adanya Bisma bagi pelaku ekraf di antaranya Be Updated. Di mana pelaku ekraf bisa mendapatkan informasi dan agenda terkini seputar kegiatan ekonomi kreatif yang difasilitasi oleh Bekraf.

Be Marketed karena Bisma menyediakan etalase untuk memperkenalkan produk-produk ekonomi kreatif. Lalu, Be Supported dimana pelaku kreatif yang terdaftar menjadi prioritas utama memperoleh dukungan dan bantuan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Be Integrated di mana usaha pelaku ekraf terintegrasi dalam database Bekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia. Kemudian, keuntungan lainnya adalah Be Engaged, pelaku kreatif dapat terlibat langsung memberikan masukan melalui kuesioner online di Bisma. Untuk menyusun kebijakan yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

Wawan menambahkan, saat ini tercatat lebih dari 48.593 pelaku ekraf di Indonesia yang sudah terdaftar di platform Bisma. Namun, angka ini masih jauh lebih kecil dibandingkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2016) yang mencacat terdapat 8,2 juta jumlah usaha ekraf yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di Kepri sendiri terdapat 34.562 jumlah pelaku usaha, namun baru 311 jumlah usaha kreatif yang mendaftar melalui platform Bisma (Bekraf, BPS 2017).

“Untuk itu Bekraf menilai perlunya mendata secara rinci pelaku ekonomi kreatif dan usaha yang digeluti melalui sebuah platform khusus sehingga pelaku ekraf nasional bisa dipetakan secara mikro,” sebutnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata sangat mendukung sosialisasi platfrom Bisma bagi pelaku usaha ekraf di Batam. Menurutnya, sosialisasi ini tepat sasaran untuk mengajak para usaha untuk berkreatifitas.

“Banyak kreatifitas milineal yang muncul terutama anak-anak Batam di luar. Inilah yang kita rangkul sebagai cakrawala industri yang menghasilkan ekonomi kreatif,” pungkasnya. (hbb)