Batam

Seleksi Pemagangan di Jepang Dibekali Latihan Fisik

Wali Kota Batam, HM Rudi menyalami salah seorang peserta seleksi pemagangan di Jepang. (posmetro.co/hbb)

BATAM, POSMETRO.CO: Peserta seleksi pemagangan Jepang dibekali latihan fisik dari Kepolisian Polda Kepulauan Riau (Kepri). Hal ini diutarakan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti saat pembukaan praseleksi pemagangan Jepang di Aula Kantor Wali Kota Batam, Senin (26/8).

“Mereka akan dilatih oleh personel kepolisian dari Polda Kepri. Seperti lari zigzag, angka 8, dan sebagainya. Pelatihan ini akan dilakukan selama beberapa hari sebelum tes tanggal 3 September,” katanya.

Rudi menjelaskan pelatihan praseleksi ini dilakukan agar para peserta dari Batam bisa melewati proses seleksi yang cukup ketat. Sebutnya, tim dari perwakilan Jepang dan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI akan turun langsung dalam proses seleksi 2-3 September mendatang.

“Pelatihan yang berat itu ada dua, tes fisik dan matematika. Tes fisik ini karena pola kerja di Jepang yang sangat disiplin dan harus cekatan,” papar Rudi.

Adapun jumlah peserta praseleksi perdana di Batam ini sebanyak 180 orang. Semuanya berdomisili di Batam dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sebagian besar adalah alumni sekolah menengah kejuruan (SMK).

Meski ada sebagian merupakan lulusan SMA namun memiliki sertifikat bidang teknik. Selain itu tutur Rudi, pemagangan ini juga bisa diikuti lulusan D3 atau S1 teknik, asal syarat usia terpenuhi.

“Selain SMA/SMK sederajat, ada juga sarjana. Usianya maksimal 25 tahun kalau tidak salah,” ungkap mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam itu.

Beberapa peserta juga sudah pernah mengikuti seleksi yang digelar di Provinsi Kepri. Dengan begitu diharapkan mereka lebih siap untuk ikut seleksi kali ini. Para pemagang ini nantinya akan bekerja di perusahaan bidang manufakturing di Jepang. Karena itu harus memiliki ilmu dasar teknika.

“Kita harap Batam banyak kirimkan peserta magang ke Jepang ini. Sebab tak ada kuota, berapa lulus bisa kirim semua, karena kebutuhannya sangat banyak,” kata dia lagi.

Pemagangan akan berlangsung selama 3 tahun. Selain gaji mereka juga akan diberi jaminan sosial seperti jaminan hari tua. Sehingga ketika selesai magang di Jepang bisa memiliki modal untuk usaha sekembalinya ke tanah air.

Hal senada juga diharapkan Wali Kota Batam, HM Rudi. Bahwa pemagang ke Jepang bisa meningkat ke depan. Sekaligus mencari ilmu yang akan dibawa kelak jika sudah selesai pemagangan.

“Hal ini penentu kemampuan individu masing-masing. Dengan motivasi tadi mudah-mudahan mereka belajar kembali dan latihan fisik lagi. Guna mempersiapkan diri sehingga memenuhi standar kelulusan,” imbau Rudi.

Rudi juga mengatakan, bagi yang lulus ke Jepang nanti, diharapkan bisa berbagi informasi dengan adik-adiknya atau rekan seusianya di Batam. Apa saja yang dibutuhkan oleh Jepang untuk tenaga kerja. Sehingga bagi yang berminat juga bisa mempersiapkan diri sejak jauh hari.

“Mereka yang nanti sudah di Jepang, jangan lupa berbagi informasi. Agar peserta lain lebih siap ke sana (Jepang) nantinya,” pungkas Rudi.(hbb)