Batam

Mantap…Penjambret yang Bikin Korban Terluka Ditembak

Penjambret sadis saat diintrogasi di kantor polisi. (posmetro.co/ddt)

BATAM, POSMETRO.CO: Tim Buser Polresta Barelang bersama Polsek Batuaji berhasil membekuk dua orang pelaku jambret sadis. Mereka adalah Ongki Alexander Sirait (22) dan satu lagi berinisial RNA, yang masih berusia 15 tahun atau di bawah umur, Sabtu (24/8) sekitar pukul 00.30 WIB.

Dua orang ini beraksi pada Kamis (22/8) pagi di gerbang Komplek Perumahan Mukakuning Indah, Batuaji. Mereka menjambret Wulan Sari Mahargyani, karyawan PT Unisem, Mukakuning yang hendak berangkat kerja.

“Mereka melihat seorang ibu-ibu membawa kendaraan seorang diri. Lokasi yang sepi menimbulkan niat jahat pelaku,” kata Kapolresta Barelang, AKB Prasetyo Rachmat Purboyo.

Melihat kesempatan untuk melakukan tindakan jahat, Ongki mendekati korbannya dengan sepeda motor yang mereka gunakan. RNA yang duduk di jok penumpang menarik tas milik korbannya. “Korban terjatuh dan kepalanya terluka,” katanya lagi.

Dua orang pelaku berhasil kabur tanpa ada yang mengejarnya. Aksi jambret sadis ini sempat viral. Namun beredar informasi jika kepala korban dipukul menggunakan balok kayu.

“Informasi ini tidak benar. Korban tidak ada dipukul oleh tersangka. Korban terjatuh karena tasnya ditarik paksa oleh tersangka,” Prasetyo menegaskan.

Korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Batuaji. Polisi melakukan lidik dan mencari keberadaan pelaku. “Kita sudah mengetahui identitas para pelaku jambret ini sejak dilaporkan oleh korbannya,” sebutnya.

Sabtu (24/8) dini hari, polisi mendapat informasi keberadaan Ongki dari masyarakat. Ongki serang nongkrong di Puskopkar, Batuaji. Tim macan Barelang bersama anggota Polsek Batuaji menciduk pengangguran tersebut.

“Dia melakukan perlawanan. Tindakan terpaksa melalukan tindakan tegas dan terukur. Pelaku kita tembak di kaki,” ujarnya.

Kaki kanan dan kiri Ongki ditindik dengan timah panas. Ongki menjerit dan tak lagi melawan. “Kita langsung lakukan pengembangan dan menangkap tersangka lainnya,” tuturnya.

Ongki menyebut jika rekannya, RNA berada di Kavling Lama, Sagulung. Berawal dari informasi ini, polisi melakukan penggrebekan di kediaman RNA. Anak putus sekolah itu ditangkap tanpa perlawanan.

“Sebagai barang bukti, kita mengamankan hape Oppo A3 milik korban, sepeda motor yang digunakan tersangka, baju dan topi yang digunakan tersangka saat beraksi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ongki hanya bisa menahan sakit. Belum sempat menikmati hasil kejahatannya, timah panas sudah bersarang di kakinya. “Saya pengangguran pak. Ini baru pertama kali,” kata Ongki menjawab pertanyaan Prasetyo.(ddt)