Karimun

3 Penjambret di Karimun Pemain Baru, Ini Pengakuannya…

Dicky yang mengaku 10 kali menjambret di wilayah Karimun. (posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Dengan tertatih-tatih tiga pria yang merupakan pelaku penjambretan yang berhasil dilumpuhkan Jajaran Sat Reskrim Polres Karimun pada Kamis (23/8) malam, yakni Rahmad, Dicky dan Helmy memasuki ruangan Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Karimun. Ketiganya pun sembari menahan sakit akibat tertembus timah panas di bagian kakinya.

Ketiganya hanya terlihat tertunduk saat tiba dan dibawa ke ruangan pemeriksaan pada Jumat (23/8) dinihari itu. Helmi lebih dulu turun dari mobil, kemudian Dicky dan disusul Rahmat. Sejumlah anggota Buser berpakaian preman pun membopong mereka perlahan.

Dicky yang ditanya posmetro.co, terkait aksi kejahatannya itu mengakui perbuatannya. Ia juga menyatakan aksi jambret yang dilakukannya sudah sebanyak 10 kali. “10 kali, ada di Tebing dan ada di Meral,” ujar pria yang mengenakan kaos hitam ini.

Namun, Dicky mengaku lupa lokasi pastinya. Namun ia memastikan aksi kejahatannya itu tidak membuat korban sampai terjatuh atau terluka.

“Saya hanya ambil dompet, tas atau HP yang diletakkan di kantong bagian depan motor saja. Kalau sampai menarik tas yang dipakai di tubuh korban belum pernah, apalagi sampai buat korban jatuh dari motor bukan saya itu pak. Saya gak ada buat sampai korban terjatuh,” tambahnya mengelak dikatakan sebagai pelaku penjambretan di wilayah Pamak pada Jumat (16/8) lalu.

Dicky yang mengaku sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan ini melakukan aksinya bersama Rahmad. Dalam setiap aksinya ia selalu menjadi pemetik.

“Rahmad jokinya, saya tukang ambilnya, aksi gak pernah dijadwalkan, kapan ketemu Rahmad. Kemudian mutar dengan satu motor, biasanya pakai motor saya, Revo ada target dan kesempatan di jalan langsung beraksi jadi gak pakai rencana,” tegasnya lagi.

Ia pun mengaku, kesulitan ekonomi menjadi pemicu dirinya melakukan kejahatan tersebut. Apalagi dua bulan belakangan ini dirinya sudah tidak bekerja.

“Biasanya saya kerja bangunan, sekarang susah pak hidup. Dah dua bulan gak kerja lagi, terpaksa begini, untuk biaya ekonomi di rumah,” paparnya lagi.

Untuk pembagian hasil kejahatannya itu, lanjut Dicky, dibagi dua dengan Rahmad. Bila mendapat handphone dan barang lainnya dijual di luar Karimun.

“Dapat gak pernah banyak duitnya, berapa hasilnya bagi dua sama Rahmat. Kalau barang seperti HP dijual di luar Karimun, hasilnya bagi dua juga,” tandasnya.

Sementara Helmi mengaku, kalau ia baru terlibat dalam aksi kejahatan ini. Ia menyatakan baru dua bulan tiba di Karimun dari kampung halamannya.

“Saya baru kali ini ikut menjambret, saya baru datang dari kampung saya di Jambi, baru dua bulan di Karimun,” terangnya.

Ia mengaku melakukan aksi jambret bersama Rahmad pada Kamis (22/8) sekitar pukul 15.00 WIB atau beberapa jam sebelum tertangkap, yang terjadi di Jalan Bukit Senang tak jauh dari Maha Bodi dimana korban atas nama S Susanti harus kehilangan Hp OPO F1s dan uang tunai Rp200 ribuan. Ia juga mengaku baru kenal dengan Rahmad.

“Baru sekali ini tadi sore ngejambretnya, yang lain gak ada ikut,” tegasnya.
Di Karimun, Helmi mengaku berniat mencari pekerjaan. Namun belum dapat. Ia pun mengatakan selama dua bulan di Karimun dirinya tinggal di jalanan.

“Tak ada keluarga, tempat tinggal pun tak ada, saya tinggal di jalanan aja,” terangnya.

Sementara Rahmad sang Joki hanya banyak diam, namun ia mengaku menjadi joki dalam melakukan aksi jambret bersama Dicky dan Helmi tersebut.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febriantara SIK, MH yang dikonfirmasi menyatakan ketiga pelaku yang diamankan merupakan pemain baru dan belum pernah terlihat dalam kejahatan serupa atau lainnya.

“Ketiga pelaku pemain baru, bukan residivis, ketiganya juga bukan asli Karimun sehingga mudah bergerak ke mana saja. Dari hasil kejahatannya barang banyak dijual di luar Karimun, saat ini masih kita dalami,” terangnya.(ria)