Karimun

Gelar Pertemuan dengan Tokoh Warga Nasrani, Polisi: Jangan Mudah Terprovokasi

Jajaran Polres Karimun menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat Nasrani. (posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Mengantisipasi terjadinya perpecahan antar agama yang dapat menimbulkan konflik berkepanjangan, selain itu untuk tetap menjaga kondusifitas di Kabupaten Karimun, untuk itu jajaran Polres Karimun menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat Nasrani. Tujuannya guna meningkatkan kebhinnekaan dan kebersamaan.

Kegiatan yang digelar di Coastal Area, Selasa (20/8) ini dihadiri Kapolsek Balai Karimun AKP Budi Hartono SIK, MM, kasat Pol Air Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus, Ipda J.Manurung dari Sat Binmas Polres Karimun.

Kegiatan ini digelar sekaligus memberikan maksud dan pengaalangan oleh Kepolisian dengan para pendeta di Kabupaten Karimun.

“Selain itu menghimbau kepada para pendeta yang hadir agar dapat menyampaikan kepada jemaatnya pada saat ibadah maupun kegiatan lainnya untuk tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita di media sosial yang belum tentu kebenarannya. Saring, saring dan cari kebenarannya dahulu, jangan diterima mentah-mentah. Kita harus menjaga Karimun tetap aman dan kondusif,” ucap Kapolsek Balai Budi Hartono.

Dilanjutkannya, kegiatan ini dilaksanakan guna memberikan himbauan – himbauan Kamtibmas yang sedang terjadi di Kabuapten Karimun maupun kejadian Nasional di Malang dan Surabaya.

Sementara Kasat Pol Air Polres Karimun Iptu Sahata Sitorus yang juga hadiri menyampaikan Agar masyarakat jangan terlalu fokus menanggapi berita – berita yang ada di Media sosial yang belum pasti kebenarannya, karena hal ini dapat mengganggu Kabtibmas khususnya di wilayah hukum Polres Karimun.

“Menghimbau kepada Para Pendeta dan jemaat yang ada di Kabupaten Karimun, mari sama- sama menjaga Sitkamtibmas di wilayah kita,” tambahnya.

Hal senada pun dikatakan Ipda J Manurunt dari Sat Binmas Polres Karimun, ia meminta masyarakat jangan langsung memvonis seseorang bersalah sebelum ada putusan bersalah dari pengadilan, sehingga kita tidak mudah diprovokasi dari pihak manapun.

“Kita khususnya umat Kristen jangan terpancing dengan medsos yang dapat dilakukan siapa saja,” terangnya.(ria)