Karimun

Operasi Jantung Bocor Melalui BPJS Tunggu 2 Tahun

Arka dan kedua orang tuanya. (posmetro.co/ria)

KARIMUN, POSMETRO.CO: Penderitaan Arka Artino bocah 1 tahun 6 bulan yang menderita jantung bocor dan penyumbatan Pembuluh darah bukan tak mendapatkan pelayanan dari pemerintah, khususnya BPJS. Anak dari pasangan Berta dan Arie ini terdaftar sebagai peserta BPJS dari jalur mandiri. Hal itu pun diakui Berta. Ia menyatakan suaminya bekerja di salah satu PT di Karimun dan terdaftar BPJS jalur mandiri.

“BPJS kami ada, dari jalur mandiri. Dan cukup membantu untuk pengobatan, namun untuk operasi di Jakarta di Rumah Sakit Harapan Kita, butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan antrian. Untuk BPJS jalur mandiri butuh waktu 2 tahun baru diperkirakan dapat antrian, karena di sana juga ramai,” ucap Berta.

Sementara itu, pemerintah daerah melalui dinas kesehatan pun sudah berkoordinasi dan ikut andil dalam hal ini. Namun lagi-lagi, pengalihan BPJS membuat Berta tak mampu melihat penderitaan panjang putranya itu.

“Dinas kesehatan kemarin menyarankan untuk BPJS nya dialihkan ke yang Pemda punya dan bisa ditanggung Pemda. Kalau dialihkan ke Pemda, udah dikordinasi malah butuh waktu 5 tahun antriannya lebih lama dari BPJS jalur mandiri,” imbuhnya.

Untuk itulah, ia terus berhap uluran tangan masyarakat di Kabupaten Karimun dan Kepri pada umumnya, demi kesembuah si buah hati. Hanya itu yang dapat dilakukanya disamping berdoa, kondisi ekonominya saat ini membuatnya tak mampu berbuat apa-apa.

“Kami butuh 250 juta (rupiah) untuk operasi Arka di Jakrta, agar bisa dioperasi segera, saya takut semakin lama, semakin parah,” ujar Berta pada masyarakat.(ria)