Batam

Dukung Pariwisata, Syahrul akan Benahi “Wajah” Tanjungpinang

Pelabuhan Sri Bintan Pura yang jadi target mau dibenahi wako.(posmetro.co/bet)

PINANG, POSMETRO.CO: Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul berencana akan menata pintu masuk ke Kota Tanjungpinang, Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) dan Bandara internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF). Pembenahan ini bertujuan untuk mendukung perkembangan dunia pariwisata yang diketahui merupakan potensi terbesar di Kota Tanjungpinang.

“Ke depan, Pemko Tanjungpinang akan bersinergi membenahi wajah Tanjungpinang,” kata Syahrul usai menggelar pelaksanaan upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 74 di Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senggarang, Sabtu (17/8) siang.

Syahrul menuturkan, dewasa ini Kota Tanjungpinang sudah banyak mengalami proses pembangunan, mulai dari kepemimpinan Suryatati A. Manan selama sepuluh tahun dan ditambah lima tahun kepemimpinan Lis Darmansyah. Pembangunan ini akan dilanjutkannya bersama Rahma hingga lima tahun kedepan.

“Sejak dulu, pembangunan disana sini sudah ada progres, dulu kita katakan bahwa pintu masuk atau wajah Tanjungpinang adalah pelabuhan, pelabuhan Alhamdulillah sudah berbenah walaupun belum 100 persen,” ujarnya.

Menurut Syahrul, khusus di kawasan pelabuhan SBP Tanjungpinang saat ini sudah mengalami perubahan yang signifikan. Mulai dari renovasi ruang tunggu atau terminal penumpang domestik maupun internasional hingga pelayanan lainnya yang dilakukan oleh PT Pelindo I cabang Tanjungpinang.

“Gedung pelayanan untuk masyarakat berangkat sudah bagus, dan kedepan Pemko juga melakukan pembenahan bersama-sama dengan Pelindo,” tuturnya.

Selain pelabuhan SBP Tanjungpinang, menurut Syahrul, bandara internasional RHF Tanjungpinang juga harus dibenah. “Badan jalan di bandara harus dipoles, sehingga benar-benar ada suatu perubahan, jadi untuk memoles kedua pintu masuk ini kami akan bekerjasama juga dengan Perhubungan (Kementerian),” ujarnya.

Kedua target ini, kata Syahrul, akan dilakukan pembenahan secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk mendukung pembangunan bidang pariwisata yang dianggap menjadi potensi terbesar yang dimiliki oleh Kota Tanjungpinang. Karena pemerintah pusat telah menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk membenahi pariwisata.

“Pariwisata inilah yang menghasilkan PAD yang tak pernah habis, kalau tambang habis, karena kita tahu semua penyumbang APBN terbesar yakni dari sektor pariwisata,” imbuhnya.

Syahrul mengaku optimis bahwa sektor pariwisata kedepan akan menjadi salah satu potensi terbesar yang dimiliki Kota Tanjungpinang. Untuk itu, Pemko Tanjungpinang akan serius melakukan pembenahan, mulai dari pintu masuk kota hingga destinasi yang ada di Pulau Penyengat dan sejumlah potensi wisata lainnya yang ada di Tanjungpinang.

“Kepri ini penyumbang devisa terbesar ke tiga setelah Bali dan Jakarta. Oleh sebab itu Tanjungpinang terus berbenah bersinergi dengan provinsi, memang saat ini destinasi unggulan adalah Pulau Penyengat dan pantai Tanjung Siambang yang sedang telaah,” pungkasnya.(bet)