Batam

Air Tak Mengalir, Warga Ancam Demo PT ATB

Mansur, Ketua RW 011 Kavling Sungai Lekop memperlihatkan kran di kamar mandi yang airnya mampet.(posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Bangun pagi, Bangun Harahap tidak semangat. Sebab ketersediaan air di kamar mandi sudah menipis. Padahal, kain serta piring kotor sudah menumpuk di luar kamar mandinya, bahkan ada kain yang belum dibilas, masih menumpuk menunggu air mengalir.

“Orang rumah sudah marah-marah terus. Tapi gimana mau dibilang lagi, air tak ngalir, hujan tak kunjung turun. Stok air pun kosong,” kata Bangun Harapan, yang mendiami rumah di Blok C No 184 RT 01/RW 011 Kavling Sungai Lekop, Sagulung.

Menurut penasihat RW 011 ini, krisis air sudah dialami warga sejak dua pekan lalu. Imbasnya, banyak aktifitas warga yang tertunda seperti cuci kain, piring, mandi dan bersih-bersih rumah atau pekarangan.

“Jika sanggup beli air galon, maka warga akan mandikan air galon. Tapi kalau tak sanggup, maka tidak mandi,” ucapnya.

Bangun Harahap menjelaskan, air di komplek mereka tidak akan mengalir pada pagi, siang, sore dan menjelang malam. Air ini akan mengalir pada malam pukul 22.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

“Bahkan pernah 5 hari mati total, malam pun tak hidup,” ucapnya saat di temui di kediamannya, Minggu (18/8) pagi.

Dengan kondisi seperti ini, tentu saja warga sangat kerepotan. Belum lagi anak-anak mereka yang ingin sekolah harus mandi terlebih dahulu. Untuk itu warga sangat berharap agar ada kebijakan dari pihak ATB.

“Bayar tagihan, udah pasti. Namun pelayanan ATB belum sepenuhnya kami dapatkan,” tutupnya.

Ketua RW 011 Kavling Sungai Lekop,  Mansur A mengatakan, keluhan ini sudah sering ia terima dari warganya. Tapi sebagai orang nomor 1 di komplek tersebut, Mansur hanya bisa koordinasi dengan pihak ATB.

“Sudah kami koordinasikan, tapi tak ada hasil. Bahkan beberapa hari lalu, kami sudah menyampaikan aspirasi warga ke Kantor ATB di Sukajadi, tapi tak ada hasil juga,” bebernya.

Mansur juga tak habis pikir, pasalnya air di Kavling Saroja mengalir dengan lancar selama 24 jam. Padahal Kavling Saroja dan Kavling Sungai Lekop letaknya bersebelahan dan hanya di batas parit.

“Inilah yang kami pertanyakan, mengapa di tempat kami tak nyala air, padahal di sebelah komplek kami nyala air, ada apa ini,” tanya Mansur.

Mansur melanjutkan, krisis air ATB bukan hanya terjadi di RW 011 saja. Tapi, RW 13, RW 7 dan RW 6 Kavling Sungai Lekop mengalami krisis air. Untuk itu, warga meminta agar pihak ATB memberikan solusi terbaik.

“Sampai saat ini, tak ada pemberitahuan dari pihak ATB mengapa air di tempat kami tak mengalir,” tegasnya.

Sebagai bentuk kekesalan atas kelakukan ATB ini, warga berencana melakukan demo ke kantor ATB. Demo tersebut akan diikuti sekitar 2.000 warga yang bermukim di Kavling Sungai Lekop.

“Itu masih rencana. Apalagi ibu-ibu sudah sangat kecewa dengan pelayanan ATB. Demo ini akan diikuti sekitar 2.000 warga, sebab RW 13, RW 7 dan RW 6 ikut gabung untuk menyampaikan aspirasinya,” tutup Mansur.

Sementara itu, Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Jumat (16/8) dalam rilisnya menyampaikan, sebagian besar suplai air bersih terganggu karena kebocoran pipa distribusi ATB oleh pihak eksternal.

“Kami tentu berupaya memberikan pelayanan maksimal ke semua pelanggan. Air bersih ATB terkadang terganggu oleh aktifitas pihak ketiga (eksternal) seperti terkena alat berat, kondisi ini tentu berpengaruh pada suplai yang diterima pelanggan,” ujar Maria Jacobus.(jho)