Batam

Kebakaran di TPA Punggur Kerap Terjadi, Pemko: Belum Ada Solusi

Petugas saat memadamkan api di TPA Telaga Punggur, Kamis (15/8) malam. (posmetro.co/abg)

BATAM, POSMETRO.CO: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie belum dapat memastikan penyebab terbakarnya Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) Sampah di Telaga Punggur yang terjadi pada Kamis (15/8) malam.

“Praduga kita bisa puntung rokok terus didukung dengan cuaca panas. Karena beberapa hari ini tidak hujan. Ditambah angin api cepat menyambar sampah kering yang ada,” katanya, di Batamcentre, Sabtu (17/8).

Herman mengatakan saat ini masih ada beberapa titik spot api kecil yang belum padam. Pihaknya terus berupaya melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke area lainnya.

“Dari informasi yang kita dapat api datang tiba-tiba. Mereka juga tidak tahu dari mana. Karena sudah marak,” sebut mantan camat Lubukbaja itu.

Diakui Herman, kebakaran TPA Punggur memang sering terjadi setiap tahunnya. Kebakaran terakhir terjadi bulan Oktober tahun 2018.

“Setiap tahun sering terjadi saat saya menjabat, begitu juga pada saat pejabat yang lama. Kita belum ada solusi, tapi kita akan cari,” jelas Herman.

Untuk memadam kobaran api pihaknya dibantu oleh kepolisian, Damkar, BP Batam hingga Satgas TPA untuk memadamkan api di area yang terbakar. Selain alat berat DLH Batam, alat berat dari Dinas Bina Marga Kota Batam juga diturunkan untuk menggeruk timbunan sampah yang ada spot apinya. Herman menyebutkan, api membakar lahan pembuangan sampah sekitar 2 hektar.

“Saat ini petugas masih mencari spot api yang masih ada. Jadi kita gunakan alat berat untuk mengeruk sampah yang terindikasi ada apinya untuk dipadamkan,” jelas pria yang pernah menjadi Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertamanan (Dipserkimtan) Kota Batam itu.

Kebakaran TPA Punggur juga ditanggapi Wali Kota Batam, HM Rudi. Pihaknya tengah mencari perusahaan yang mau mengelola sampah yang ada di TPA Punggur tanpa tipping fee yang dianggap menghabiskan anggaran yang besar.

“Perusahaan yang masuk bayar ton sampah dengan biaya yang terlalu besar. Kita maunya tanpa tipping fee atau separuh harga. Bisa menghabiskan APBD. Karena volume sampah di Batam sangat besar hingga ke bawah. Bisa menghabiskan APBD,”jelasnya.

Ia juga meminta kepada dinas terkait untuk melakukan upaya pemadaman api di TPA tersebut. Agar tidak ada hal yang tak diinginkan.
“Kita berharap api cepat padam,” harap Rudi.(hbb)