Lingga

Sambut HUT Kemerdekaan RI, Pemkab Lingga Gelar Zikir

Jajaran Pemkab Lingga menggelar zikir dan tausiah di Masjid Jami Sultan Lingga, Jumat (16/8). (posmetro.co/mrs)

LINGGA, POSMETRO.CO: Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74, Pemkab Lingga menggelar zikir dan tausiah di Masjid Jami Sultan Lingga, Jumat (16/8).

Kegiatan ini dibuat oleh BKPP dan Korpri Kabupaten Lingga, dan merupakan kegiatan rutin yang kerap digelar setiap Jumat di kalangan ASN, PTT dan THL di Kabupaten Lingga. Tujuannya untuk meningkatkan dan pembinaan keimanan dan ketaqwaan seluruh pegawai di lingkup Kabupaten Lingga.

Dasmaroni Jaya dari Kemenag Lingga yang mengisi tausiah mengambil tema “Membangun Indonesia Dengan Hati”. Dia mengungkapkan bagaimana balasan Allah SWT kepada orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Nya di dunia. Ada sebabnya mengapa balasan tersebut tidak disegerakan di dunia, melainkan ditangguhkan hingga ke akhirat nanti.

“Karena besarnya dunia tak akan mampu menampung seluruh balasan Allah SWT terhadap orang-orang yang berbuat amal kebaikan,” kata Dasmaroni menjawab di hadapan para hadirin.

Dia senantiasa mengajak mengingat akan kebesaran Allah SWT di dalam hatinya, jangan hanya mengingat tentang dunia sehingga, lupa dengan kewajiban sebagai manusia sebagai mahkluk yang lemah.

“Jika hanya dunia yang dikejar dan diingat, kebesaran Allah SWT akan hilang dari hati kita. Jika kebesaran Allah SWT telah hilang di hati kita, maka iman akan melemah. Jika iman sudah melemah, maka bencana lah yang akan datang selanjutnya,” kata Dasmaroni.

Kebesaran Allah SWT yang tidak ternilai itulah harus ada di hati kita, sambung pria yang pernah mengenyam keilmuan agama di Jombang ini lagi,
setiap suasana yang terjadi di sekitar adalah berkat kehendak dan izin Allah SWT.

“Apabila keburukan yang kerap dilakukan manusia, maka balasan yang akan turun dari Allah SWT adalah keburukan jua, seperti halnya bencana dan musibah yang kerap menimpa Indonesia belakangan ini. Begitu juga jika apa yang dilakukan adalah sebaliknya, makan keberkahan dan rezeki melimpahlah yang akan menjadi balasannya,” sebut pimpinan Pondok Pesantren Baitul Mukhlisin, Desa Musai, Kecamatan Lingga ini.

Kepada hadirin ia mengajak untuk mulai membangun Indonesia dengan hati, agar mampu mengimbangi pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang giat-giatnya dibangun oleh pemerintah. Supaya nanti para generasi penerus mampu menjaga adab dan perbuatannya tanpa, terpengaruh dengan kemajuan zaman yang semakin menggerus adab dan akhlak.

“Perlu diingat dan diketahui, jangan sampai kemajuan yang tampak, malah mendatangkan keburukan atau mudarat bagi kita,” ucapnya.

Menurut pria yang kerap sekali-sekali memberi tausiah ini, Pemkab Lingga sudah berada pada jalur yang benar, dengan pencanangan gerakan pagi mengaji yang dideklarasikan beberapa waktu lalu. Hal ini diharapkan mampu membuka jalan dari Allah SWT untuk mendatangkan keberkahan di Bumi Bunda Tanah Melayu, guna untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

“Kita harapkan sekali, tidak hanya anak-anak yang melaksanakan kegiatan pagi mengaji, tapi orang tua, pegawai dan ASN Pemkab Lingga pun bisa memberi contoh serta melaksanakan kegiatan serupa, sebelum memulai aktifitas di kantor masing-masing,” pintanya.

Dia juga mengajak, untuk mengisi kemerdekaan dan pembangunan dengan tidak melupakan pembangunan hati, serta mengambil contoh dari Rasulullah SAW sebagai suri tauladan yang baik, serta tetap berpedoman kepada Alquran agar tercipta negeri yang diharapkan, yakni negeri yang diberkahi oleh Allah SWT.

Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Lingga, Sekda Lingga, Asisten Setda Lingga, beberpaa pejabat Eselon II, III dan IV, Camat Lingga, beberapa kepala OPD dan segenap pegawai di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Lingga.(mrs)