Batam

16 Tahun, Pembangunan Sekolah BIN di Nongsa Mangkrak

Jalan menuju ke sekolah BIN yang mangkrak pembangunannya diportal. (posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Sejak diresmikan peletakan batu pertamanya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri tahun 2003 silam, gedung Sekolah Intelijen Negara (BIN) di Sambau, Kecamatan Nongsa, hingga kini tak jelas kelanjutannya. Dibangun di atas lahan seluas 15 hektar, dengan bantuan Otorita Batam (sekarang BP Batam) untuk lahan dan Pemko Batam untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Awalnya, proyek ini dicanangkan untuk sekolah intelijen bertaraf internasional pertama di dunia. Saat itu, ide tersebut dikeluarkan oleh AM Hendropriyono yang menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Sekolah yang akan bernama International School of Intelligence (ISI).
Untuk mahasiswanya, selain putra-putri Indonesia, ISI juga akan menampung mahasiswa dari negara-negara Asean. Totalnya 100 orang mahasiswa.

Pembangunan proyek sekolah intelijen ini dulunya dianggarkan dari APBN dengan lama pekerjaan 10 bulan. Namun, sudah 16 tahun pembangunannya mangkrak, entah karena tekanan asing atau tidak, namun faktanya hingga Megawati lengser jadi presiden, proyek yang sempat mendapat penolakan warga tersebut hanya menjadi bangunan setengah jadi.

Pantauan posmetro.co, meskipun jalan utama sudah diportal, di lokasi bekas proyek sekolah intelijen itu, Kamis (15/8), menjadi tempat kumpul remaja. Selain itu, pecahan kaca yang diduga berasal dari botol miras berserakan di jalanan komplek proyek gagal tersebut.

Lurah Sambau, Awaluddin tak menampik, gedung tua itu sekarang kerab jadi tempat orang pacaran dan kumpul-kumpul.

Namun, untuk mengantisipasi kenakalan remaja di wilayah kerjanya, Awaluddin mengaku sudah berkoordinasi dengan jajarannya. “Kita sudah ingatkan RT/RW setempat untuk mengawasi aktifitas di lokasi. Termasuk Polsek Nongsa yang tak luput dari patrolinya,” kata Awaluddin.

Namun, lanjut Awaluddin, belum lama ini ada perusahaan swasta yang mengajukan permohonan untuk mengelola gedung tersebut. “PT apa itu, saya lupa namanya. Sudah ngajukan permohonan kepada Pemko Batam. Suratnya sudah di kantor,” terangnya.

Ia menyebut, dalam permohonan tersebut, bangunan setengah jadi itu akan dijadikan kawasan sekolah terpadu. “Informasinya begitu, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Nah, lahan kosong di sebelahnya dijadikan sarana olahraga,” tutupnya.(cnk)