Batam

PT Unisem Perpanjang Operasional Selama 6 Bulan

Karyawan PT Unisem saat menggelar demo. (posmetro.co/jpnn)

BATAM, POSMETRO.CO: PT Unisem akan memperpanjang operasional perusahaannya di Batam selama 6 bulan kedepan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Kamis (15/8).

“Customer (Pelanggan) tidak mau tutup. Karena untuk pindah customer tidak bisa. Mereka (Unisem) masih ada barang yang dikerjakan minimal 6 bulan,” jelasnya.

Namun kata Rudi, dari tanggal 30 September nanti bakal ada pengurangan dari 1.505 karyawan menjadi 800 karyawan saja. Hal ini untuk menyelesaikan pesanan yang tersisa dari mitra Unisem yang telah lama bekerjasama. Dari informasi yang didapat, masih ada pesanan yang belum selesai dari customer sehingga PT Unisem menyelesaikan pekerjaan tersebut.

“Ada pengurangan disisakan 800 karyawan. Untuk menyelesaikan dari customer, kerjanya banyak. Diperkirakan Maret 2020 selesai customer datang menjelaskan prosesnya. Mereka tidak gampang pindah perusahaan. Minimal enam bulan atau bisa jadi enam bulan tak selesai,” ucapnya.

Sementara untuk menyelesaikan hak dan kewajiban karyawan yang kehilangan pekerjaan. Pihak Unisem dan karyawan sudah ada kata sepakat bersama. Karena disnaker sendiri meminta perusahaan semikonduktor ini untuk, memenuhi hak dan kewajiban seluruh karyawan yang di-PHK sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dari pertemuan yang sudah dilakukan waktu lalu. Sudah selesai ada kesepakatan bersama. Dua kali ketentuan masa kerja. Yang permanen gaji pokok 6,5 juta, begitu juga yang karyawan kontrak harus diselesaikan semua sebelum tutup,” kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam itu.

Dari berita sebelumnya, tertanggal 28 Juni melalui surat tertulis dari Presiden Direktur PT Unisem, Mike McKerreghan, perusahaan di Kawasan Industri Batamindo Mukakuning, Seibeduk telah memutuskan untuk menghentikan operasional perusahaannya di Batam.

Dengan alasan bahwa bisnis PT Unisem sejak tahun 2018 pendapatan semakin buruk dan menurun. Sehingga perusahaan yang bergerak di bidang usaha perakitan (assembling), pengujian (testing), dan pengemasan (packing) ini tidak lagi mempekerjakan 1.500 orang.

Tercatat 1.127 orang di antaranya permanen, dan 378 orang karyawan kontrak. Perusahaan semikonduktor ini sudah ada di Batam sejak lama dan memiliki pekerjaan yang banyak dengan mayoritas perempuan.

“Rata-rata karyawan yang permanen itu memiliki masa kerja sembilan tahun ke atas. Kalau tidak salah mereka harus membayarkan hingga ratusan miliar rupiah,” pungkasnya.(hbb)