Batam

Bandel Diberitahu, Pedagang Pinggir Jalan Ditertibkan

Pedagang yang berjualan di pinggir jalan ditertibkan. (posmetro.co/jho)

BATAM, POSMETRO.CO: Upaya jajaran Kecamatan Sagulung untuk menata jalan protokol masih berlangsung. Hampir setiap sore petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) melakukan penertiban pedagang yang berjualan di pinggir jalan raya.

“Bagi pedagang, tolong jangan berjualan di pinggir jalan, sebab sudah mengganggu arus lalulintas,” ucap Jamil, Kasi Trantib Kecamatan Sagulung

Menurut Jamil, penertiban ini salah satu upaya pemerintah untuk menjaga estetika Kota Batam. Dan sebentar lagi, Jalan R. Suprapto dan Jalan Brigjen Katamso yang masih masuk wilayah Sagulung akan menjadi akses utama wisatawan.

“Iya, betul. Nantinya kedua jalan itu akan menjadi akses menuju tempat wisata religius, sebab dalam waktu dekat Masjid Agung di Tanjunguncang akan diresmikan,” ucapnya saat di jumpai posmetro.co, Kamis(15/8).

Jamil melanjutkan, penertiban  pedagang dimulai dari jalan Trans Barelang, lalu menyisir sampai ke jalan Tanjunguncang serta jalan protokol yang sering digunakan pedagang untuk berjualan.

“Kami dari pemerintah bukan melarang untuk berjualan. Kami masih tetap memberikan kesempatan. Dan jika ingin berjualan, silahkan pada saat malam hari,” sebut Jamil.

Bagi pedagang yang masih tetap berjualan di siang hari, maka petugas akan memberikan tindakan tegas seperti menyita barang dagangan. Namun untuk melakukan hal ini, petugas Kecamatan Sagulung masih akan koordinasi dengan Satpol-PP Kota Batam.

“Kemana barangnya akan kami angkat, itulah yang masih kami koordinasikan sama Satpol-PP Kota Batam. Apakah akan disita ke kecamatan atau diberikan ke Mako Satpol-PP,” imbuhnya.

Sebelum melakukan penertiban pedagang di jalan protokol Sagulung, Jamil mengaku telah menyampaikan imbauan melalui SMS, group Watshap(WA) serta mensosialisasikan hal ini kepada pedagang pinggir jalan. Akan tetap pedagang masih berjualan juga.

“Setiap melajutkan pengecekan, kami menemukan sedikitnya 20 pedagang yang berjualan di pinggir jalan,” tuturnya.

Nah, karena masih banyak pedagang yang nelum mengerti terkait tujuan penertiban ini, petugas pun hanya menyuruh agar pedagang tutup.

“Kami belum mengangkut barangnya, sebab kami masih memberikan toleransi seperti menyarankan untuk tutup. Dan jika pedagang masih tetap bersikeras, akan kami angkut barang jualannya,” paparnya.

Terakhirnya, Jamil menyampaikan bahwa pedagang di pinggir jalan bisa semakin marak. Sebab pedagang di pinggir jalan Sagulung akan terpengaruh oleh pedagang pinggir jalan protokol Batuaji.

“Jalan R. Suprapto dan Jalan Brigjen Katamso merupakan perbatasan Batuaji dan Sagulung. Nah, di pinggir jalan protokol Batuaji masih marak pedagang. Oleh karena itu, pedagang di pinggir jalan Sagulung akan terpengaruh, sementara penertiban pedagang pinggir jalan Batuaji bukanlah tugas kami,” tutupnya.

Walpen (33), pedagang di pinggir jalan protokol Sagulung mengaku terpaksa  berjualan di pinggir jalan. Sebab mencari lapak untuk berjualan sudah sangat sulit dan tentunya membutuhkan biaya yang cukup mahal.

“Kalau sewa lapak, uang tak ada. Jadi saya memilih berjualan di pinggir jalan,” kata penjual minyak goreng ini.

Walpen melanjutkan, petugas sudah sering melarang agar dirinya tidak berjualan di pinghir jalan. Tapi karena faktor kebutuhan hidup, Walpen tetap memilih berjualan di pinggir jalan.

“Jika melarang untuk tidak berjualan di pinggir jalan, maka tolong kasih solusi. Dan jika tidak kerja, mau makan apa saya,” tutupnya.(jho)