Batam

Misteri Jembatan Nongsa, Ada Kerajaan Jogoboyo dan Gonggong Emas

Jembatan Nongsa Point Marina. (posmetro.co/cnk)

BATAM, POSMETRO.CO: Pasca tewasnya Bambang, pelajar kelas 9 di SMP N 52 Batam, yang tenggelam setelah terjun dari jembatan Nongsa Point Marina, Minggu (11/8) lalu, masih menyisakan misteri. Lokasi jasad Bambang ditemukan tidak jauh dari tempatnya terjun.

Zulkifli Candra, tokoh masyarakat Nongsa yang ikut mencari keberadaan korban saat itu mengaku almarhum Bambang saat itu ditemukan dalam kondisi berdiri. “Aneh, kondisi kakinya seperti ditahan,” kisah Zulkifli menyingkap misteri dibalik kematian warga Botania Garden, Batamkota tersebut, Rabu (14/8).

Awalnya, Senin (12/8) itu, bersama tim Search and Rescue (SAR) gabungan, Zulkifli turun sekitar pukul 11.00 WIB. Ia pun memulai ritualnya dengan membawa kopi dan rokok. Lalu mulutnya terlihat komat-kamit.

“Kelihatannya sama orang saya ngomong sendiri macam orang gila. Tapi yang saya sampaikan kepada penunggu jembatan itu agar mengikhlaskan Bambang,” kata pria yang juga penyelam.

Lanjut pria kelahiran 1977 itu, tak lama berpesan, tepat matahari berada di atas kepala, sekitar pukul 12.00 WIB, jasad Bambang muncul ke permukaan air. Saat itu air surut, kedalaman cuma 3 meter. Kalaupun air pasang, kedalaman di bawah jembatan itu hanya 4 meter. Dalam kondisi berdiri, jasad Bambang ditemukan masih utuh. Zulkifli, yang sedikit banyak tahu soal alam gaib, menyebut, kaki Bambang dijerat oleh lumpur hidup.

“Lumpur hidup itu berjalan, sekali masuk kalau bergerak disedotnya,” terang Zulkifli. Dalam penerawangannya, kaki almarhum dipegang makhluk penunggu jembatan tersebut. “Ada wanita cantik penunggu  jembatan itu,” tambahnya.

Zulkifli juga mengaku, ia sudah berdiskusi dengan penunggu jembatan. Hanya saja, ada kesalahan yang dilakukan korban sebelum terjun dan akhirnya ditemukan tewas.

“Dalam video itu kan ada bahasanya ‘Bambang kalau kau mati kami tak tahu lah ya’. Nah korban menjawab kata kotor, b***. Inilah yang membuat penunggu nya marah,” kata Zulkifli. Memang saat ditemukan jasad korban masih utuh, hanya daging di mulutnya sudah habis. Diduga dimakan hewan air. “Biasanya kalau ada mayat, ikan lebih suka makan bola mata. Tapi bola mata korban masih utuh,” terang penyelam tersebut.

Zulkifli menyebut, melalui mata batinnya, ia melihat banyak kerajaan di dasar jembatan yang tak bisa dilihat secara kasat mata. Bahkan di bawah jembatan tersebut ada kerajaan jagabaya (Jogoboyo) kerajaan buaya terbesar di Indonesia yang paling ditakuti. Bahkan sambung Zulkifli, ada harta karun yang tertimbun di kapal dalam perairan tersebut.

“Pernah lihat orang nyedot pasir di dekat jembatan itu?” tanya balik Zulkifli.

Katanya, di bawah itu ada kapal. Kapal tersebut menghasilkan gonggong emas. “Jadi sedot pasir itu cuma modus. Pernah ada yang ngangkat (emas), tapi disuruh balikkan,” kenangnya. Dan, lanjutnya, ada yang bawa pulang, malah ajal menjemput dia di rumah. “Sepengetahuan saya sudah tiga orang yang meninggal karena itu,” tutupnya.(cnk)