Daerah

BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami di Barat Daya Pandeglang

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat jumpa pers di Kantor BMKG di Jakarta (foto-ricardojpnn.com)

JAKARTA, POSMETRO.CO: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini tsunami dampak gempa bumi di barat daya Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyatakan, peringatan dini tsunami berakhir pada Jumat (2/8) pukul 21.35 WIB.

Dwikorita menjelaskan, berdasar pemutakhiran data oleh BMKG, gempa yang terjadi pada pukul 19.03 WIB itu berkekuatan 6,9 SR. Lokasinya di 7,32’ Lintang Selatan dan 104,75’ Bujur Timur.

“Gempa di wilayah Samudra Hindia tepatnya di sebelah selatan Selat Sunda. Kedalamannya 48 kilometer,” ujar Dwikorita dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (2/8) malam.

Kemudian berdasar monitoring muka air laut, BMKG menyimpulkan tidak ada indikasi tsunami. BMKG memperkirakan jika gempa memicu tsunami, gelombangnya akan mencapai wilayah pesisir Banten sekitar pukul 19.35 WIB.

Sebelumnya, BMKG menetapkan status Siaga Tsunami untuk wilayah Lebak dan Pandeglang sebelah selatan. Sementara status untuk wilayah Tanggamus di Lampung dan Pandeglang sebelah utara adalah Waspada Tsunami.

Namun, tsunami tidak terjadi. Meski demikian, sesuai prosedur operasi standar maka BMKG menunggu hingga dua jam setelah waktu perkiraan akhir gelombang tsunami.

“Maka pukul 21.35 peringatan dini tsunami diakhiri. Diakhiri, bukan dicabut,” katanya.(jpnn)