Batam

18 Ribu Warga Batam Mendaftar Jargas

 

Sejumlah petugas PT PGN melakukan pemasangan jaringan pipa gas di Batam belum lama ini. Warga Kota Batam menyambut kehadiran program jaringan gas (Jargas) dari Kementerian ESDM yang bekerjasama dengan PT PGN dengan di buktikan dengan jumlah pendaftar yang mencapai 18 Ribu warga. Padahal kuota untuk Batam pada tahun 2019 hanya 5 ribu.(posmetro/abg)

BATAM, POSMETRO.CO: Dalam upaya merealisasikan kemudahan akses terhadap energi gas bumi dan percepatan energi baik gas bumi dalam menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga. Dengan dana Rp 3,2 triliun, tahun 2020 akan dibangun 293.533 sambungan rumah (SR) di 54 Kabupaten/Kota.

Batam merupakan salah satu dari 54 kota yang mendapat jatah dari Kementerian ESDM untuk penerapan program tersebut. Hal ini disampaikan Sales Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, meskipun ada kenaikan jatah Jargas untuk Kota Batam sebanyak 5000 dibanding tahun 2016, tetapi tidak sebanding dengan warga yang berminat saat ini sudah mencapai 18 ribu warga Kota Batam yang mendaftarkan diri menjadi pelanggan Jargas perumahan.

Dikatakan Wendi, dari 18 ribu yang mengusulkan, baru terdata dan memenuhi syarat sebanyak 2.000 pendaftar. “Yang baru didata sekitar dua ribu salah satunya dari Perumahan Cipta Asri, Batuaji. Untuk tahun ini kita hanya mendapatkan 5000 kuota, dikarenakan kebijakan pemerintah untuk pemerataan,” terang Wendi.

Sejumlah petugas PT PGN melakukan pemasangan jaringan pipa gas di Batam belum lama ini. (posmetro.co/abg)

Wendi juga menyampaikan kepada masyarakat yang tahun ini belum mendapatkan bagian, akan diusulkan pada tahun depan. “Jangan khawatir, mudah-mudahan dengan animo masyarakat yang tinggi untuk menggunakan Jargas, tahun depan kuotanya bisa bertambah. Dan program ini akan ada terus hingga tahun 2025,” ungkap Wendi.

Wendi juga menyebutkan, untuk bisa mendapatkan Jargas, pihaknya memprioritaskan perumahan yang dekat dengan jalur pipa gas milik PGN.

“Faktor jalur jadi prioritas. Tetapi untuk pembagian lokasi kita akan berkoordinasi dengan Pemko agar ada pemerataan,” jelasnya.

Wendi menambahkan, bagi masyarakat yang berminat bisa mendaftarkan secara kolektif kepada pihak kecamatan atau langsung ke PGN dalam rangka memudahkan pendataan.
“Syaratnya KK, KTP, rekening listrik, dan mengisi form berlangganan. Jadi kalau memang lokasinya berdekatan dengan jalur pipa bisa kita proses, dan kita akan mudah mendatanya. Bisa juga menginformasikan ke kecamatan. Nanti paling tidak kita punya data kalau perumahan ini berminat,” pungkasnya.

Daerah yang rencananya akan dibangun Jargas tahun 2020 adalah Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Deli serdang, Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kota Batam, Kota Sarolangun, Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Muara Enim, Kota Prabumulih, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Jakarta Timur, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan.

Selain itu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kota Semarang, Kabupaten Blora, Kabupaten Lamongan, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kabupaten Wajo, Kabupaten Banggai, Kota Tarakan, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara.(abg)